Cara Sukses Budidaya Lebah Madu

 Budidaya Lebah Madu

Dengan jalan pengembangbiakan, lebah penghasil madu dapat ditingkatkan mutunya. 

Mutu yang dikehendaki meliputi bermacam-macam sifat ekonomis, yaitu kesuburan berkembang biak, aktif mengumpulkan nektar dan makanan, kebal terhadap penyakit, tidak mudah hijrah, berumur panjang, memiliki kemampuan terbang yang baik, ketajaman penciuman.


Pertahanan diri yang kuat, rajin menyimpan madu dan hemat, memiliki kemampuan membangun sarang yang baik, jinak, berwatak halus, memiliki sifat menjaga kebersihan dan kerapian, tidak suka menyerang dan marah, tetapi tidak kehilangan sifat mempertahankan diri.

Peternak yang hanya memiliki beberapa koloni, cukup memilih  ratu yang terbaik di antara koloni yang ada. Tujuan utamanya adalah produktivitas.

Lebah pekerja adalah lebah berkelamin betina tidak sempurna dan dalam siklus hidupnya tidak melakukan perkawinan. 

Dalam keadaan memaksa misalnya ratu atau larva calon ratu tidak ada maka lebah pekerja akan bertelur karena naluri kebetinaan nya dan sebagai usaha mempertahankan koloninya.

Akan tetapi telur yang dihasilkan adalah telur yang tidak dibuahi sehingga jika menetas akan menjadi lebah jantan.

Pada akhirnya koloni lebah akan punah dengan sendirinya. Kejadian tersebut dalam kehidupan lebah madu disebut sifat parthogenesis

Dalam perkawinan lebah madu, ada dua peristiwa yang sangat menentukan terhadap aktivitas perkembangan koloni yaitu inbreeding dan out-breeding


1. Inbreeding

Inbreeding adalah pembiakan atau perkawinan ternak yang induknya mempunyai hubungan keturunan yang sangat dekat. 

Inbreeding mempunyai pengaruh negatif terhadap pertumbuhan, penurunan produksi dan efisiensi reproduksi, serta lebih mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungan yang jelek sehingga tingkat kematian anak lebah madu menjadi lebih tinggi. 


Daya penetasan lebah madu hanya sebesar 50% dan produktivitas koloni rendah sehingga harus dihindari.

2. Out-breeding

Out-breeding adalah perkawinan yang hubungan kekeluargaannya jauh atau kedua induk tidak mempunyai hubungan leluhur yakni paling sedikit empat generasi. 

Out-breeding sampai saat ini tetap memegang peranan penting dalam perbaikan mutu ternak lebah madu. 

Perkawinan ini merupakan cara terbaik dengan daya  tetas mencapai 100%. Namun, banyak atau sedikitnya anggota koloni dan produktivitas koloni sangat bergantung pada kualitas ratu, kualitas dan kuantitas sperma jantan.


Untuk mempertahankan jumlah koloni maka perlu dilakukan penggabungan maupun pemecahan koloni sedangkan untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan dapat dilakukan pengangonan ke berbagai lokasi yang potensial. 

Penggabungan koloni dilakukan bila koloni terlalu lemah sedangkan pemecahan koloni dilakukan bila koloni terlalu kuat. 

Penggabungan koloni dapat dilakukan antara koloni lebah yang lemah dan atau tidak mempunyai ratu dengan koloni lain yang mempunyai ratu. 

Penggabungan dapat juga dilakukan apabila kita menginginkan koloni lebah yang kuat yang penuh dengan lebah pekerja. 

Penggabungan koloni sebaiknya di lakukan pada saat musim hujan untuk mempertahankan keberadaan dan keselamatan koloni serta dilakukan pada waktu sore hari setelah lebah berkumpul di dalam sarang.


Pemecahan koloni dilakukan bila populasi lebah banyak di setiap koloni. Pemecahan koloni dapat dibagi menjadi dua koloni yang baru. 

Satu bagian koloni tetap dengan ratu yang lama dan koloni lainnya diberikan ratu baru hasil program Queen Rearing (budidaya lebah ratu). 

Pemecahan ini biasanya dilakukan pada sore hari. Pengangonan dilakukan untuk mengatasi masa paceklik dimana tanaman pakan lebah madu di lokasi pengangonan memiliki ketersediaan pollen dan nektar yang cukup banyak. 

Kekurangan nektar bisa diatasi dengan memberikan stimulasi gula dengan sirup tetapi hal ini tidak boleh dilakukan secara terus-menerus.

Posting Komentar

0 Komentar