Cara Sukses Memelihara Belut dengan Kolam Drum/Tong

Pada kali ini kami akan membahas mengenai cara-cara memelihara belut dengan menggunakan media kolam drum atau tong.

Mengingat akan kebutuhan protein masyarakat yang kian meningkat akan kebutuhan konsumsi belut untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh. Maka usaha budidaya belut ini merupakan usaha yang sangat menjanjikan bagi para peternak belut.

Budidaya belut dengan kolam drum mempunyai banyak manfaat.

Selain bisa diterapkan di lahan yang sempit, budidaya dengan drum juga dapat dijadikan usaha percobaan dalam memulai bisnis budidaya belut.


Adapun cara membuat kolam pembesaran dengan menggunakan drum atau tong dapat dijelaskan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Tong diletakkan pada posisi mendatar atau horizontal agar media tempat belut hidup menjadi lebih luas.
  2. Buka bagian tengah tong, tetapi sisakan 5 cm di sisi kiri dan kanan.
  3. Ganjal drum dengan menggunakan batu atau alat lainnya untuk menahan drum agar tidak menggelinding atau bergerak.
  4. Buatlah saluran pembuangan di bawah drum, letaknya dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  5. Buatlah atap atau peneduh di lokasi budidaya sehingga tong menjadi teduh. Bahan untuk membuat atap bisa menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat.

Setelah kolam drum jadi, maka proses selanjutnya adalah membuat media tanam. Bahan pokok media adalah tanah.

Tanah yang digunakan sebaiknya tanah yang tidak berpasir, tidak terlalu liat, serta masih memiliki kandungan hara. Para pembudidaya disarankan menggunakan media tanah dari sawah.

Untuk melakukan pematangan media, tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Masukkan tanah ke dalam drum hingga ketinggian 30-40 cm.
  • Masukkan air ke dalam drum hingga tanah menjadi lumpur, tetapi air jangan sampai menggenang.
  • Masukkan EM4 sebanyak 4 botol ke dalam drum.
  • Aduk tanah sebanyak 2 x sehari hingga tanah lembut dan gembur.

Selain media diatas, perlu juga ditambah media instan bokhasi untuk menciptakan kesuburan media.
Adapun cara membuat media instan bokhasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Cacah jerami dan potongan batang pisang kemudian keringkan. Tanda bahan kering adalah hancur saat di genggam.
  • Campur kan bahan cacahan yang sudah kering di atas dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.
  • Campur kan bahan campuran sedikit demi sedikit, tetapi tidak terlalu encer.
  • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak-balik campuran agar tidak membusuk.

Jika sudah membuat media instan, maka proses selanjutnya adalah mencampur media yang sudah da di dalam drum dengan media instan tersebut.


Cara-caranya dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Masukkan media instan kedalam drum dan aduk hingga rata
  • Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkan hingga terdapat plankton dan cacing (sekitar 1 minggu). Selama proses ini berlangsung, drum tidak perlu ditutup.
  • Keluarkan air dari drum dan ganti menggunakan air baru dengan ketinggian yang sama
  • Masukkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian dan ikan-ikan kecil.
  • Masukkan petsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.
  • Hal yang perlu diperhatikan adalah ketinggian keseluruhan media (kecuali tumbuhan air) tidak lebih dari 50 cm.

Setelah semua budidaya siap, tahapan selanjutnya menebakan bibit belut. Bibit yang di sebar sebaiknya sebanyak 2 kg dengan jumlah bibit sebesar 80-100 ekor per kilo gram.

Adapun makanan untuk belut bisa baca disini Pakan Untuk Belut



Perawatan belut didalam drum relatif lebih mudah karena pemantauan budidaya elatif kecil.

Namun, perawatan tetap harus diperhatikan antara lain pengaturan air, perawatan tanaman air, pemberian EM4 dan perawatan sekitar lokasi.

Pemanenan belut didalam budidaya menggunakan drum atau tong ini memakan waktu 3-4 bulan.

Walau agak ribet penggunaan drum atau tong sangat cocok untuk pemula yang sedang uji coba budidaya belut.

Sekian bahasan kami mengenai cara-cara memelihara belut dengan kolam drum atau tong. Semoga penjelasan kami dapat bermanfaat bagi anda yang ingin memulai usaha beternak belut ini. Terima kasih.

Baca juga : Kandungan Gizi Yang Ada Pada Belut

Posting Komentar

0 Komentar