Cara Sukses Memelihara ikan nila di Keramba Jala Apung



Agribisnis ikan nila di perairan umum dapat memacu peningkatan produksi ikan nila di perairan tersebut. 

Usaha ikan nila merupakan kegiatan terkendali dalam upaya optimalisasi pemanfaatan perairan dalam rangka peningkatan produktivitas dan produksi ikan. 

Salah satu teknik untuk usaha ikan nila di perairan air tawar, terutama di perairan waduk atau danau adalah usaha ikan nila dalam kolam jaring apung

Sistem kolam jaring terapung termasuk intensif, yaitu padat tebar benih ikan nila relatif tinggi dengan pakan sepenuhnya diberikan dari luar kolam , yaitu dengan pemberian pakan buatan.


PEMBUATAN KERAMBA JALA APUNG

Dalam pembuatan kolam jaring apung ada beberapa komponen kolam yang harus dibuat. 

Komponen kolam tersebut terdiri dari rakit kolam dan jaring apung sebagai sarana pokok, gudang untuk tempat menyimpan pakan, perahu atau rakit penyeberangan, dan alat perikanan lainnya sebagai sarana penunjang.

Lampu penerangan diperlukan untuk memudahkan penjaga kolam memeriksa kolam pada malam hari. 

Jaring kolam terbuat dari jaring polyethylene yang dibuat kantong dan diberi pemberat yang dibentuk persegi panjang sesuai dengan dasar jaring.

Mata jaring kolam apung 1-1,5 inci. Untuk menghindari resiko kebocoran akibat gigitan binatang air yang buas.

Tinggi kantong 3 meter dengan bagian yang terendam air sedalam 2,5 meter. Kantong rangkap dapat di buat berlapis.


Tambang diikatkan pada tiang-tiang besi di sekeliling sisi rakit.. Jaring apung yang terendam diikatkan sudut-sudut jaring nya pada tiang besi di sudut-sudut rakit. 

Rakit pada umumnya berukuran 8 m x 8 m, yang terbuat dari kerangka besi, kayu, bambu dan lainnya yang di apung kan oleh drum besi, drum plastik, kayu dan bahan yang mengangkat rakit.

Rakit kolam jaring apung ditempatkan pada arus air yang jauh  dari pinggir danau atau waduk. 

Agar rakit tidak hanyut, untuk dasar perairan yang landai, setiap sudut rakit diberi jangkar yang terbuat dari beton berbentuk piramida yang digunakan sebagai tempat mengikatnya air pada dasar waduk, sedangkan untuk dasar perairan lumpur atau curam digunakan jangkar berbentuk cekung.

PENEBARAN BENIH

Jumlah benih yang tersedia harus cukup sesuai dengan rencana skala usaha yang telah ditetapkan dan jumlah benih tersebut harus tersedia secara berkesinambuang. 

Jumlah benih akan berkaitan erat dengan tingkat kepadatan penebaran yang diterapkan dalam kolam jaring apung , volume kecil, tetapi kepadatan serta penebaran tinggi. 


Padat penebaran untuk 1 unit kolam jaring apung berukuran 7 m x 7 m x 2,5 m adalah kurang lebih 300kg atau 6 kg setiap meter persegi.

PEMELIHARAAN DI JALA APUNG

Jika tingkat produksi masih belum optimum padat penebaran ikan nila dapat ditingkatkan. Penebaran benih ikan lebih baik dilakukan pada sore hari 

Sehingga ikan nila dapat beradaptasi, dan pada malam hari suhu air tidak terlalu panas.

Beberapa jenis hama ikan nila yang biasanya ada pada budidaya ikan nila dalam kolam jaring apung diantaranya adalah burung pemangsa ikan , kura-kura , biawak, dan buaya.



Adapun penyakit pada ikan nila baca di sini  Hama Penyakit Ikan Nila
                                                                    Cara Sukses Memelihara Belut Dengan Kolam Tembok
                                                                    Cara Sukses Memelihara Belut Dengan Kolam Drum/Tong

Untuk menghindari serangan burung, kolam jaring apung diberi tutup., dapat pula dengan menggunakan bibit yang tidak berwarna merah. 

Adapun untuk hewan pemangsa seperti kura-kura , biawak dan buaya dapat digunakan jaring rangkap. Lapisan jaring luar digunakan sebagai penangkal serangan hama tersebut.

PANEN

Waktu dan jumlah ikan nila yang dipanen sebaiknya disesuaikan dengan jadwal pemeliharaan atau kondisi pasar. 

Jika permintaan pasar tinggi dengan harga yang tinggi, dan ukuran minimal memungkinkan dipanen, lakukan pemanenan. Pelaksanaan pemanenan ikan nila sebaiknya dilakukan pada suhu rendah. 

Suhu rendah dapat menurunkan aktivitas metabolisme dan gerak ikan sehingga mengurangi resiko kematian.


Pemanenan ikan harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati agar ikan hasil panen tetap dalam keadaan sehat dan segar. 

Peralatan yang digunakan harus praktis dan aman bagi ikan. Penampungan hasil panen harus dilakukan di penampungan khusus dengan sirkulasi air yang baik.

Demikian penjelasan kami tentang cara-cara pemeliharaan ikan nila di keramba jala apung. Semoga dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih.



Posting Komentar

0 Komentar