Cara Sukses Ternak Lebah Madu



Dalam beternak lebah madu hal pertama yang dilakukan yaitu sebagai berikut :
  1. Pilih lokasi yang sesuai dengan perkembangan hidup lebah.
  2. Pilih bibit lebah unggul.
  3. Pindah stup/kotak mengikuti musim bunga.
  4. Tempatkan stup/kotak ditempat yang aman dari predator.
  5. Beri makan/stimulasi yang cukup (saat paceklik).
  6. Jaga kesinambungan koloni hanya ada satu ratu lebah.
  7. Pengembangan koloni yang ada.

Penentuan lokasi budidaya

Lokasi bagi peternakan lebah hendaknya berada di daerah yang berhawa sejuk dan nyaman.

Tidak berangin kencang, tidak bising dan dekat aliran air atau yang menghadap ke arah timur, agar dapat menerima sinar matahari pagi untuk kesehatan rumah tangga lebah.

Baca juga Kandungan dan Manfaat Madu


Lokasi peternakan lebah tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat mempengaruhi produksi madu. Jaraknya stupnya hendaknya paling sedikit 2 meter.

Jarak lokasi dengan sumber air minimal 200-300 meter agar memudahkan lebah menyejukkan sarangnya di musim kemarau.

Penyiapan sarana dan peralatan

Kondisi kandang

  • Suhu
Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat. Oleh karena itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil.

Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm

  • Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.

  • Konstruksi
Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan glodok dari bambu, secara modern menggunakan stup kontak yang lengkap dengan framenya.


Penyiapan kandang

Satu koloni akan menempati sebuah kotak atau istilah keren nya stup. Standar internasional ukuran kotak adalah 20 cm x 20 cm x 40 cm.

Kotak dengan ukuran tersebut mempunyai daya tampung lebah sebanyak 20.000 lebah.

Dalam stup terdapat 6-9 frame/ bingkai sarang sebagai rumah lebah. Satu frame disiapkan sebagai fider atau tempat menaruh makanan di saat paceklik.


Memilih bibit lebah

Bibit lebah unggul yang ada di indonesia ada dua yaitu Apes cerana (lokal) dan Apes mellifera (impor).

Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu koloni lebah dapat produksi maksimal.

Ratu Apes cerana mampu bertelur 500-900 butir setiap hari dan Ratu apes mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari.



Cara pemindahannya adalah sebagai berikut :
  1. Pakailah masker untuk melindungi wajah, sarung tangan, baju dan celana yang dapat menahan sengatan lebah.
  2. Hembuskan asam rokok ke koloni lebah untuk menyingkirkan lebah pekerja yang melindungi ratu lebah.
  3. Cari ratu lebah, ambil dan masukkan dengan hati-hati ke dalam kotak stup tempat ratu.
  4. Pilihlah tiga atau lebih sisiran sarang yang masih baik (ada telur,larva,pupa,tepung sari bunga, dan sedikit madu). Sisiran tersebut disayat dan lekatkan pada bingkai sisiran dan ikat dengan tali rafia, selanjutnya masukkan sisiran tersebut ke dalam stup yang telah terisi ratu lebah.
  5. Masukkan semua koloni lebah ke dalam peti lebah (stup), tutup pintunya dan taruhlah di tempat yang sudah dipersiapkan.
  6. Apabila dalam beberapa jam kemudian koloni lebah dapat tenang, maka pintu pada kotak ratu lebah dapat dibuka.
  7. Untuk beberapa hari lamanya, peti lebah (stup) jangan dipindahkan. Biarkanlah sarang lebah madu melekat pada bingkai sisir sarang dan tali rafia terlepas sendiri di gigit oleh lebah pekerja.
  8. Pemindahan lebah madu ini sebaiknya dilakukan pada malam hari.

Pemberian pakan

Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembalakan lebah ke tempat dimana banyak bunga. jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada.


Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.
  2. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).
  3. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km dan luas areal.
  4. Jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.

Pengambilan madu

Panen madu dilaksanakan pada satu sampai dua minggu setelah musim bunga. Ciri-ciri madu siap dipanen adalah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis.

Sisiran yang akan dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel kemudian lapisan penutup sisiran di kupas.

Setelah itu sisiran di ekstraksi untuk diambil madunya.



Baca juga Aneka Produk Lebah

Berikut ini urutan proses panen :
  1. Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup di kupas dengan pisau.
  2. Sisiran yang telah dikupas di ekstraksi dalam ekstraktor madu.
  3. Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.
  4. Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.
  5. Pengemasan madu dalam botol.

Posting Komentar

0 Komentar