Masalah Dalam Penangkaran Love Bird

Tidak ada usaha yang selamanya terus-terusan lancar. Setiap usaha pasti ada masalah yang menghadang, baik besar atau kecil masalah tersebut.

Begitu pula usaha penangkaran burung lovebird, ada kalanya juga dihinggapi masalah dan kendala.

Maka dengan itu harus diketahui apa saja yang menjadi penyebab dari masalah-masalah yang dihadapi dalam usaha penangkaran burung lovebird.

Ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para penangkar love bird, diantaranya :

1. Tidak Mau Jodoh

Ada kalanya burung yang dipasangkan tidak mau jodoh, bahkan bisa jadi justru terjadi perkelahian diantara keduanya.

Tentu hal ini menjengkelkan bagi para penangkar, apalagi para penangkar pemula yang baru mencoba menangkarkan dengan jumlah sepasang.

Maka harus dicari penyebab mengapa burung lovebird tidak mau dijodohkan. Apabila tidak mau berjodoh maka akan sulit dalam mengembangbiakkan burung lovebird ini agar burung tersebut dapat semakin banyak populasinya.




Love bird yang tidak mau jodoh bisa disebabkan beberapa hal diantaranya  yaitu :

-   Sebelumnya sudah memiliki pasangan yang cocok sehingga tidak mau berjodoh.

-   Keduanya berjenis kelamin yang sama, baik sama-sama jantan maupun sama-sama betina.

-   Belum memasuki masa birahi atau bisa juga terlalu tua untuk melakukan proses kawin.

-   Situasi atau lingkungan yang kurang mendukung.

2. Telur Tidak Menetas


Tidak semua telur yang dierami indukan bisa menetas. Kendala seperti ini wajar dialami para penangkar burung.

Telur tidak dapat menetas karena berbagai faktor baik dari telur burung tersebut atau dari faktor luar yang dapat mempengaruhi proses penetasan telur.

Lakukan proses perkawinan selanjutnya agar burung bisa kembali bertelur dan menghasilkan anakan baru.


3. Cacat Kaki


Perawatan anakan lovebird yang salah dapat menyebabkan kecacatan. Sering dijumpai anakan lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkram dengan sempurna atau cenderung miring ke samping.

Hal ini disebabkan bahan sarang yang ada di dalam sangkar kurang mencukupi sehingga love bird tidak mempunyai dasar berpijak yang bagus.

Pijakan yang licin adalah salah satu penyebab kecacatan kaki. Kebanyakan kasus ini di jumpai pada gelodok yang beralaskan papan tripleks. Sehingga kaki burung dapat tergelincir.

Hindarilah menggunakan bahan ini dan gunakan papan yang belum diamplas sebagai bahan dasar gelodok.

4. Serangan Hama


Kendala lain yang sering dihadapi dalam budidaya love bird ini adalah serangan hama. Hama yang sering menyerang adalah tikus dan ular.

Cara penanganannya adalah dengan membuat kandang yang tidak bisa disusupi tikus atau pun ular.
Usahakan sangkar dibuat rapat agar hewan seperti tikus ,ular maupun hewan lain tidak dapat masuk ke dalam kandang.

Selain itu, seringnya pengontrolan adalah cara jitu untuk mencegah terjadinya serangan hama.

Hindarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari sekitar kandang agar tidak menjadi tempat persembunyian ular atau tikus.

5. Anakan yang mati

Anakan love bird sangat rapuh dan sangat sensitif terhadap perubahan suasana. Kasus kematian anakan love bird sudah menjadi hal yang sering dialami dalam penangkaran.

Biasanya anakan love bird mati di usia kurang dari 1 bulan. Bisa jadi karena lingkungan, terinjak induknya, digigit serangga, populasi anakan yang tidak sesuai dengan ukuran kandang dan sebagainya.

Maka harus diperhatikan secara ekstra pada saat anak lovebird telah menetas. Ini dimaksudkan agar anak-anak lovebird dapat tumbuh dengan baik.



Baca juga disini : Hal-hal Penting Ketika Merawat Love Bird

Posting Komentar

0 Komentar