Cara Membuat Kandang Murai Batu

Sekarang ini sangat menjamu masyarakat yang ingin memelihara murai batu, namun dalam memeliharanya harus membutuhkan ketelitian dalam cara memeliharanya. 


Salah satunya dalam hal menyiapkan kandang pemeliharaan, bila kandang sudah siap maka bibit bisa kapan saja dimasukkan ke dalam kandang.

Dalam mempersiapkan kandang adapun langkah pertama yaitu sebagai berikut :

a. Lokasi Kandang

Dalam menentukan lokasi kandang, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
- Lokasi kandang harus nyaman, yakni jauh dari keramaian seperti bengkel, pabrik atau suara-suara yang mengganggu lainnya.
- Lokasi harus bersih dari polusi udara yang berlebihan. Misalnya jauh dari pabrik yang menimbulkan asap tebal, usaha pengasapan ikan, dll.
- Usahakan tidak  ada burung kicau lainnya di sekitar kandang. Jangan memelihara murai batu berdekatan dengan burung merpati, karena burung merpati dapat membuat murai batu uring-uringan dan sering melampiaskannya kepada pasangannya atau pada anak-anaknya.
- Harus dipastikan juga kandang aman dari para pencuri karena murai batu tergolong burung yang harga jualnya tinggi sehingga dapat memancing pencuri untuk datang.
- Lokasi kandang juga harus terkena sinar matahari langsung sehingga tubuh dan kondisi murai batu dapat tetap sehat.
- Hindarkan kandang yang terbuka dan terlindungi dari angin karena murai batu sangat mudah masuk angin sehingga kandang harus terhindari dari angin langsung.

Baca juga : Jenis-Jenis Murai Batu

b. Desain Kandang

Adapun kandang atau sangkar merupakan tempat yang mampu untuk memberikan rasa nyaman bagi murai batu. 


Kandang harus terlindungi dari hujan dan dinginnya malam. Berikan kandang yang terbaik bagi murai batu agar murai batu dapat produktif dan berkembang biak dengan baik.

Desain dan konstruksi kandang penangkaran yang nyaman bagi murai batu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
- Mendapatkan sinar matahari yang baik karena sinar matahari mengandung vitamin D yang baik bagi kesehatan murai batu.
- Terlindungi dari angin langsung atau angin yang berhembus kencang karena murai batu adalah burung yang mudah kaget.
- Menyiapkan perlengkapan kandang seperti tenggeran, tempat bertelur, sangkar jodoh dan juga yang lainnya.
- Adapun yang tidak kalah pentingnya adalah kandang harus memiliki dua pintu. Pintu utama yang digunakan penangkar keluar dari kandang dan pintu alternatif untuk memudahkan penangkar untuk melihat indukan murai batu di dalam kandang sehingga memudahkan penangkar untuk menaruh makanan ke dalam kandang.


c. Bahan Kandang

1. Bagian atap harus memiliki 2/3 bagian yang terbuka dan 1/3 bagian yang tertutup.
2. Dinding bisa terbuat dari batako atau batu bata untuk bertujuan mengurangi perubahan suhu secara drastis di sekitar penangkaran.
3. Pintu kandang di buat dari kawat ram dengan rangka besi. Pintu utama memiliki ukuran 50 x 80 cm dan pintu alternatif memiliki ukuran 20 x 20 cm.

d. Lantai Kandang

Lantai terbuat dari tanah untuk memudahkan kotoran murai batu terurai dan meresap ke dalam tanah sehingga tidak perlu diplester dengan semen. 

Apabila lantai terbuat dari tanah maka lantai akan mudah di bersihkan.

e. Ukuran Kandang

Adapun ukuran kandang penangkaran yang digunakan adalah 1 x 2 x 3 meter, atau anda bisa membuat kandang sesuai dengan keinginan atau luas lahan yang tersedia.

Yang perlu diperhatikan adalah semakin tinggi kandang maka akan semakin baik bagi murai batu karena pada dasarnya semua burung akan terbang ke atas sehingga burung akan merasa lebih nyaman di tempat yang tinggi.

d. Perlengkapan Kandang

1. Tenggeran. 

Sediakan beberapa tenggeran pada kandang penangkaran dan diletakkan di beberapa posisi untuk memudahkan murai batu bergerak secara leluasa dan terbang bebas tanpa halangan.


2. Pemberian batu alam dan pohon.

Dalam kandang penangkaran perlu diciptakan suasana yang mendekati habitat asli murai batu, di dalam kandang dapat diletakkan bebatuan alam maupun pohon hidup agar menciptakan suasana yang alami. 

Adanya pohon dan bebatuan alam dapat mampu menjaga suhu udara yang ada di dalam kandang menjadi lebih stabil.

3. Tempat mandi

Tempat mandi murai batu bisa terbuat dari apa saja. Dapat menggunakan nampan plastik atau tempat lainnya yang mudah dibersihkan dari luar kandang.

4. Tempat bertelur

- Didalam kandang penangkaran harus disediakan kotak sarang. Kotak sarang biasanya terbuat dari kayu dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm sehingga membuat nyaman induk murai batu yang akan bertelur.


- Kemudian diperlukan wadah sarang untuk tempat murai batu bertelur. Biasanya wadah sarang dibuat menggunakan rotan yang ukurannya lebih kecil dari kotak sarang.
- Lalu siapkan bahan penyusun sarang dapat berupa merang, daun pinus atau daun cemara.

5. Tempat makan dan minum

Tempat makan dan minum dapat menggunakan wadah seperti baskom , pot semen, atau wadah lainnya.

6. Sangkar jodoh

Sangkar jodoh digunakan untuk menempatkan induk murai jantan dan betina. Sangkar jodoh dapat digantung langsung pada dinding atau diletakkan diatas tatakan yang ditempelkan ke dinding kandang.
                   Jenis-jenis murai batu

Posting Komentar

0 Komentar