Cara Budidaya Merpati Pedaging Terlengkap Untuk Pemula


Dalam sistem budidaya burung merpati pedaging secara intensif, hal-hal pokok yang harus diperhatikan antara lain persiapan kandang dan perlengkapannya, pengadaan bibit dan pengelolaan reproduksi, pemberian pakan yang berkualitas, pemberian air minum, penanganan kesehatan ternak, dan penanganan panen.

A. Persiapan Kandang dan Perlengkapannya

Burung merpati induk sebelum dimasukkan ke dalam kandang, terlebih dahulu kandang dan perlengkapannya disiapkan dengan baik. 


Penyiapan kandang dan perlengkapan budidaya meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

1. Sanitasi Kandang Tahap Pertama

Sanitasi/ pembersihan kandang tahap pertama adalah kandang dibersihkan dari segala kotoran seperti debu, sarang laba-laba, sarang tawon dan lain-lain. 

Lalu kandang didisinfektan dengan obat-obat pembunuh kuman, misalnya soda api, amonia, lysol,creolin, dan karbol biocid (pilih salah satu).

2. Pemberian alas kandang (Litter)

Kandang yang telah dibersihkan dan didisinfektan, kemudian diberi alas kandang. Alas kandang dapat berupa alas jerami padi kering yang telah dirajang, serbuk kayu gergaji, sekam padi dan kapur. 

Bahan alas kandang tersebut harus kering dengan kadar air sekitar 20-25% supaya alas kandang tersebut dapat menyerap kotoran dengan baik.

3. Sanitasi Kandang Tahap Kedua

Pada tahap kedua ini, kandang didisinfektan lagi dengan cara fumigasi menggunakan obat formaldehyda

Gas formaldehyda bersifat mudah menyebar ke seluruh ruaangan kandang hingga ke lubang-lubang yang sangat kecil dan sisa gas dapat hilang dengan sendirinya, serta memiliki daya bunuh cepat terhadap kuman-kuman penyakit.

4. Sanitasi Peralatan

Wadah pakan, wadah minum, dan ember sebelum digunakan harus didisinfektan terlebih dahulu agar terbebas dari kuman-kuman penyakit. Cara melakukan disinfektan peralatan-peralatan tersebut adalah sebgai berikut :
  • Pertama-tama dilakukan pencucian dengan menggunakna bahan pencuci deterjen.
  • Selesai pencucian, lalu dilakukan disinfektan dengan menggunakan obat pembunuh kuman, misalnya lysol, creolin, karbon biocid. Obat pembunuh kuman tersebut diencerkan terlebih dahulu dengan air. Dosis 10ml/liter air.
  • Kemudian peralatan dicuci dengan larutan obat pembunuh kuman, lalu dibilas dengan air sampai bersih.


5. Pembuatan Sarang Bertelur dan Pengeraman

Di dalam kandang hendaknya di sediakan sarang tempat merpati betina bertelur dan mengerami telur. Sarang bertelur dan pengeraman dapat terbuat  dari kuali tanah liat , kotak papan, keranjang atau tatakan pot yang bergaris tengah 20 cm. 

Kotak sarang tersebut perlu diberi alas, berupa jerami kering atau rumput kering yang ditata secara rapi. Untuk menghindari adanya hama kutu, tungau, lalat, atau binatang kecil lainnya, alas di taburi dengan  bubuk/serbuk tembakau secara merata.

B. Pengadaan induk (Merpati Induk)

Pada waktu membeli induk, pemilihan induk hendaknya dilakukan secara hati-hati karena jika induk yang diperoleh kurang bagus maka produksi anak merpati potong tidak maksimal.


1. Induk merpati betina

Dilihat dari fisiknya, induk betina yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Badan sehat dan tidak cacat
  • Badan ramping (tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus)
  • Muka cerah (tidak pucat)
  • Mata terang dan jernih
  • Parus kuat
  • Bulu bersih dan mengkilap
  • Kepala lebih kecil dari yang jantan
  • Lubang anus besar, lebar, berbentuk oval, permukaannya licin dan basah
  • Bulu lebat
  • Kurang katif beraktivitas dibandingkan dengan yang jantan
  • Badannya berukkuran lebih kecil dari pada yang jantan
  • Kaki lurus dan kuat
  • Jika lubang kloka dibuka hingga bagian dalamnya menonjol keluar tidak dijumpai adanya suatu penjuluran kecil.

2. Induk merpati jantan

Sementara itu, ciri-ciri induk jantan yang baik adalah sebagai berikut :
  • Badan sehat dan tidak cacat
  • Badan gemuk (lebih gemuk) dibandingkan dengan jantan lainnya dan kuat
  • Muka cerah (tidak pucat)
  • Mata terang dan jernih
  • Paruh kuat
  • Bulu bersih dan mengkilap
  • Kepala lebih besar dari yang betina
  • Bulu lebat
  • Lebih aktif beraktivitas dibandingkan dengan yang betina
  • Badan berukuran lebih besar daripada yang betina
  • Kaki lurus dan kuat
  • Jika lubang kloaka dibuka hingga bagian dalamnya menonjol keluar dijumpai adanya penis yang berupa penjuluran kecil.

C. Pengelolaan Reproduksi (Perkawinan)

Adapun sistem perkawinan merpati ada dua macam yaitu perkawinan secara alami dan perkawinan secara dipaksa.


a. Perkawinan Secara Alami

Perkawinan burung merpati secra alami dilakukan dengan cara memasukkan beberapa pasang burung merpati ke dalam satu kandang ren. 

Kepadatan populasi yang dianjurkan adalah 6-7 pasang/ meter persegi luas kandang ren. Dengan cara demikian, secara alami merpati akan mencari jodohnya sendiri diantara sekian banyak merpati yang dilepas di kandang ren tersebut. 


Merpati jantan yang telah mendapatkan betinanya (jodohnya) mereka akan menjadi pasangan seterusnya sepanjang hidupnya (burung merpati mempunyai sifat tidak suka berganti jodoh). 

Selanjutnya, merpati yang telah berpasang-pasangan akan melakukan perkawinan, lalu bertelur pada sarang yang telah disediakan di dalam kandang.

b. Perkawinan Secara Dipaksa

Perkawinan burung merpati secara dipaksa yaitu merpati dipelihara secara berpasangan didalam kandang sangkar sejak merpati tersebut masih kecil. 

Dengan cara demikian, mereka dipaksa untuk berjodohan dan sang jantan mau tidak mau tetap akan mengawini sang betina yang ada. 

Selanjutnya, merpati akan melakukan perkawinan di dalam sangkar tersebut. Perkawinan (perjodohan) paksa ini dapat juga dilakukan terhadap merpati dewasa yang baru dibelinya dari penangkar bibit. 

Merpati yang telah kawin akan bertelur pada sarang yang telah disediakan di dalam sangkar tersebut.

D. Pemberian Pakan dan Air Minum

Dalam budidaya merpati secara intensif, pakan merupakan faktor yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ternak. 

Pakan yang diberikan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Selain memperhatikan kualitas (zat-zat gizi), pemberiaan pakan juga harus memperhatikan jumlahnya. 

Pemberian pakan yang berkualitas baik dan dalam jumlah yang mencukupi dapat meningkatkan produksi telur, tebal kerabang telur, kesuburan telur (fertilitas), daya tetas telur, percepatan pertumbuhan badan, kesehatan ternak, dan bobot badan ternak.


1. Pemberian pakan

Burung merpati menyukai makanan berupa biji-bijian. Namun, merpati juga mau memakan bahan makanan selain biji-bijian. 

Untuk mencukupi kebutuhan gizi merpati, beberapa sumber bahan pakan yang dapat diberikan pada burung merpati dan mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan merpati. 

Selain itu, burung merpati juga diberi pakan hijauan berupa sayuran segar yang dicincang/dirajang. Beberapa pakan hijauan dapat diberikan kepada burung merpati sebagai pakan tambahan, antara lain kangkung, sawi, kubis, wortel, bayam, seledri air, bawang putih, kecambah, dan lain-lain.

Pakan hijauan tersebut sebelum diberikan ada baiknya dicuci terlebih dahulu dengan air bersih agar sayuran tersebut bersih dari residu pestisida. 

Dengan semikian, keracunan akibat residu pertisida yang masih menempel pada sayuran pada merpati dapat dihindari. Sayuran tersebut diberikan secara bergantian dan secara tgidak dibatasi atau secukupnya (ad libitum). 

Burung merpati perlu diberi sayuran untuk memudahkan pencernaan makanan dan mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.

Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-07.00 dan sore hari antara pukul 15.00-16.00. 

Pakan hijauan diberikan pada siang hari antara pukul 11.00-12.00. Pakan diberikan secara tidak dibatasi atau secukupnya (ad libitum). Ketersediaan pakan sepanjang hari harus terjamin.

2. Pemberian air minum

Untuk menjaga kesehatan burung merpati, air minum harus diberikan mencukupi, yaitu air minum harus diberikan secara tidak dibatasi (ad libitum). 

Agar kebutuhan air minum ternak selalu tercukupi, maka tempat air minum harus segera diiisi lagi bila airnya tinggal sedikit. 

Hal ini harus benar-benar diperhatikan mengingat air sangat vital bagi proses kehidupan ternak. Bila merpati kekurangan air minum sebanyak 20% dari air yang dikandungnya dapat menimbulkan kematian dalam waktu yang relatif singkat.

E. Sanitasi Kandang dan Peralatan

Tindakan sanitasi kandang, peralatan, dan lingkungan di sekitarnya meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

1. Bersihkan kotoran (feses), baik yang berada di dalam kandang maupun halaman umbaran. Selain itu, bersihkan juga bekas-bekas sarang yang sudah tidak dipakai, bulu-bulu yang rontok, sisa-sisa makanan, dan lain-lain yang berada  di dalam kandang maupun halaman umbaran. 

Pembersihan feses atau litter (alas kandang), bulu-bulu yang rontok, dan sisa-sisa makanan yang tercecer dilakukan setiap seminggu sekali.. 

Caranya, keluarkan semua litter, bulu-bulu yang rontok, dan sisa-sisa makanan yang tercecer dengan sekop dan kumpulkan di tempat pembuangan limbah untuk dibakar atau dijadikan pupuk pertanian. 

Setelah lantai kandang bersih dari litter, semprot kandang dengan air yang dicampur dengan obat pembunuh kuman, misalnya lysol atau creolin. Kemudian, tambahkan litter bersih seperti semula. 

Pemeliharaan merpati dilakukan di kandang ren, pembersihan feses, bulu-bulu rontok, dan sisa-sisa makanan yang tercecer di halaman umbaran dilakukan setiap hari dan membuangnya pada tempat penampungan limbah yang telah disediakan.

2. Bersihkan bangkai-bangkai hewan yang mungkin terdapat di sekitar kandang atau merpati yang telah mati, kemudian dibakar.

3. Cuci seluruh peralatan, seperti tempat pakan, tempat minum, ember, sekop, dan lain-lain setiap kali selesai di pakai. Pencucian tempat pakan dan tempat minum di lakukan setiap hari dengan obat pembunuh kuman.



F. Pembersihan Kandang dan Lepas Produksi

Pembersihan kandang lepas produksi merupakan kegiatan membersihkan kandang dan mendisinfektan kandang dan peralatan yang dilakukan setelah masa produksi berakhir (merpati sudah diafkir). 

Setelah seluruh merpati induk doi afkir, keluarkan semua burung merpati dari kandang demikian pula keluarkan semua litter, bulu-bulu yang rontok, sarang-sarang, dan sisa-sisa makanan dari kandang.

Setelah kandang bersih dari ternak dan segala kotoraan lakukan pembeersihan kandang dan desinfektan kandang seperti semula. Mula-mula dilakukan sanitasi kandang, lalu pemberian litter, sanitasi kandang tahap kedua, sanitasi peralatan, pembuatan sarang bertelur dan pengeraman.

Posting Komentar

0 Komentar