5 Cara Menanam Selada Yang Mudah


Pertama kali, selada dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat-obatan, seperti obat tidur dan juga sebagai bahan makanan. Nama lain selada yaitu Lactuca sativa.

Selain L. sativa, ada lagi spesies Lactuca yang juga dimanfaatkan sebagai sayuran, yaitu L. sativa var. augustana (celtuce atau selada asparagus) dan Lactuca indica (selada india). 

L. sativa var. ausgustana ditanam untuk dimanfaatkan batangnya yang renyah sebagai lalapan segar atau sayuran yang dimasak, daunnya yang lunak juga dimakan. 

Spesies ini sangat terkenal di Cina dan Taiwan. 

Sementara itu, Lactuca indica, yang merupakan tanaman asli Cina, ditanam untuk diambil daunnya yang sukulen, guna dimanfaatkan sebagai lalapan segar ataupun sebagai sayuran yang dimasak.

Hasil panen yang tinggi dan berkualitas akan diperoleh apabila selada tumbuh di lingkungan yang memenuhi syarat tumbuhnya. 

Oleh karena itu, faktor tanah dan iklim dimana selada diusahakan perlu mendapat perhatian agar pertumbuhannya dan produksinya maksimal.

Kelembaban dan suhu udara yang sesuai dibutuhkan selada pada tahap pembentukan krop

Kelembaban yang rendah bersamaan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas yang disebut hangus pucuk (tip burn), yakni bagian ujung dari daun-daun sebelah bagian dalam pada krop mengalami nekrosis. 

Selain itu, suhu udara tinggi dengan kelembaban yang rendah disertai intensitas cahaya matahari yang tinggi, dapat menyebabkan tanaman memiliki rasa yang pahit, dan terjadi bolting atau tanaman membentuk tunas bunga.

Adapun cara menanam selada dapat dijelaskan sebagai berikut :


1. Persiapan Lahan

Sebelum selada akan ditanam, diusahakan hendaknya tanah diolah dengan baik guna memberikan ruang tumbuh yang maksimal. 

Pengolahan tanah dimulai dengan membersihkan sisa-sisa tanaman, gulma, batu-batuan dan benda-benda keras lainnya. 

Selanjutnya tanah dicangkul sedalam kira-kira 20-30 cm, dihaluskan dan digemburkan. 

Bersamaan dengan pengolahan tanah, lahan diberi pupuk kandang yang bersal dari kotoran unggas atau ruminansia atau pupuk kompos sebanyak 10 ton/ha. 

Tanah dan pupuk dicangkul bersamaan sehingga tercampur merata dan struktur tanah menjadi semakin gembur.

Setelah tanah diolah, selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter dan panjangnya disesuaikan dengan panjang lahan. 

Tinggi bedengan berkisar antara 20-30 cm. Jarak antar bedengan kurang lebih 50 cm sehingga ada ruang untuk lewat dan sekaligus dapat difungsikan sebagai parit untuk membuang kelebihan air akibat hujan.


2. Perbanyakan Tanaman

Umumnya selada diperbanyak secara generatif melalui biji. Biji selada berukuran kecil, lonjong, pipih, dan berambut halus tapi tajam. 

Kebutuhan benih selada untuk lahan seluas 1 ha adalah 600-800 gram. Benih dapat ditanam langsung di lapang. 

Meskipun demikian, untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik dan haill yang maksimal, akan lebih baik apabila benih selada di semaikan lebih dahulu. 

Penyemaian dapat dilakukan di dalam kotak persemaian atau pada bedengan persemaian di lahan.

Tanah yang akan digunakan sebagai media persemaian hendaknya diolah hingga gembur dengan mencampurkan pasir dan pupuk kandang. 

Setelah media siap, benih ditaburkan secara merata, lalu ditutup dengan tanah dengan ketebalan secukupnya. 

Pemindahan bibit ke lapangan sudah dapat dilakukan setelah bibit berumur 3-4 minggu di persemaian.


3. Penanaman

Apabila ditanam langsung, benih ditebarkan pada kedalaman 1/2-1 cm pada bedengan berukuran lebar 1 meter, dibaut dua barisan pada satu bedengan dan jarak antar barisan 35 cm. 

Benih berkecambah pada kisaran suhu 7-24 derajat celcius. 

Penjarangan perlu dilakukan pada umur 1 bulan setelah penebaran benih (tanaman bedaun 3-5 helai) dengan membuang tanaman kerdil dan membiarkan tanaman yang sehat dan kuat dengan jarak antar tanaman sekitar 30-40 cm. 

Sementara itu, apabila benih disemaikan terlebih dahulu, bibit dapat dipindahkan ke lapang apabila telah memiliki daun 3-5 helai atau berumur kira-kira 1 bulan.


4. Pemupukan

Selama pertumbuhannya, selada membutuhkan unsur hara kurang lebih 53 kg N, 8 kg P, 130 kg K, dan 22 kg Ca per hektar. 

Untuk mencukupi kebutuhan ini, tanaman perlu dipupuk, terutama pada tanah-tanah yang kondisi awalnya kurang subur. 

Pemupukan hendaknya telah dilakukan sebelum tanaman memasuki tahap pertumbuhan cepat. Takaran pupuk yang diberikan tergantung pada ketersediaan unsur hara di dalam tanah. 

Namun secara umum dosis anjuran untuk pemupukan tanaman selada adalah Urea 200 kg/ha., TSP 100 kg/ha dan KCL 100 kg/ha.

Pada umumnya, dianjurkan untuk memberikan sepertiga sampai setengah takaran Urea saat atau sebelum menaburkan benih dan sisanya diberikan ketika penjarangan tanaman, atau dua minggu setelah bibit dipindahkan ke lapang dalam larikan di kanan dan kiri tanaman atau di sekeliling tanaman dengan jarak 15-20 cm dari pangkal tanaman. 

Apabila pupuk ditempatkan terlalu dekat dengan tanaman, dikhawatirkan akan terjadi plasmolisi dan daun tanaman terlihat seperti terbakar yang dapat menurunkan hasil atau bahkan berujung pada kematian.


5. Pemeliharaan

Untuk pertumbuhan secara optimal, selada membutuhkan kelembabann yang tinggi. 

Oleh karena itu, suplai air perlu dijaga dengan baik, terutama areal pertanaman di dataran rendah, dimana suhu udara cenderung tinggi, dan sering keterbatasan pasokan air. Kebutuhan air sangat tinggi di umur 2-4 minggu setelah tanam di lapangan. 

Meskipun demikian, ketersediaan air yang berlebihan juga tidak baik untuk pertumbuhan selada karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit (terutama busuk) dan penurunan kualitas hasil.

Tindakan pemeliharaan yang lain adalah penyiangan gulma, pengendalian hama dan penyakit.

Penyiangan sudah harus dimulai begitu tanaman memasuki umur 2 minggu setelah dipindah ke lapangan dan dilakukan dengan interval seminggu sekali. 

Penyiangan gulma bertujuan mengurangi persaingan dalam mendapatkan unsur hara dan air karena selada memiliki sistem perakaran yang dangkal. 

Selain itu, menekan serangan hama dan penyakit karena gulma dapat menjadi inang bagi hama maupun vektor penyakit.

Baca juga disini : 4 Cara Menanam Sawi Yang Benar dan Mudah

5 Langkah Mudah Menanam Kubis

6 Cara Menanam Cabai Mudah dan Lengkap

Posting Komentar

0 Komentar