6 Cara Mudah Menanam Cabai Lengkap


Sebagaimana halnya tomat, di daerah tropis, cabai merupakan tanaman tahunan, sedangkan di daerah subtropis cabai tumbuh sebagai tanaman semusim berbentuk perdu. 

Batangnya tumbuh tegak dan kokoh dengan tinggi 30-38 cm dan diameter 1,5-3 cm (tergantung varietas), berkayu dan berwarna coklat. 

Pada setiap ketiak daun batang utama akan tumbuh tunas yang dimulai sekitar 10 hari setelah tanam.

Tunas-tunas ini harus dipangkas (dirempel) sampai bunga pertama muncul tepat diantara cabang-cabang primer. 

Cabang primer tidak dipangkas karena ini adalah cabang produktif yang nantinya akan menumbuhkan tunas-tunas buah.

Sistem perakaran cabai tergolong ke dalam akar tunggang (yang merupakan salah satu penciri tanaman dikotil) yang terdiri atas akar primer, akar sekunder (akar lateral), dan akar tersier (serabut akar).

Panjang akar primer berkisar 30-35 cm, dan panjang akar sekunder antara 35-45 cm. 

Daun cabai berbentuk bulat telur berukuran panjang 5-12 cm dan lebar 1-1,5 cm dengan ujung meruncing (oblongus acutus). panjang tangkai daun berkisar antara 1 hingga 2,5 cm.


1. Perbanyakan Tanaman

Cabai diperbanyak secara generatif menggunakan biji yang disemai terlebih dahulu di persemaian.

Untuk lahan seluas 1 ha, dibutuhkan kira-kira 500 gram biji/benih cabai. 

Benih yang digunakan hendaknya memiliki daya kecambah di atas 80%, memiliki vigor yang baik, murni, bersih dan sehat.

Benih disemai pada bedeng persemaian yang diberi atap atau naungan plastik ransparan. 

Lebar bedeng 1-1,2 meter dengan panjang sesuai kebutuhan dan menghadap ke arah timur. satu minggu sebelum penyemaian, media persemaian dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos secukupnya.

Sebelum ditanam, benih terlebih dahulu diremdam di dalam air hangat (suhu 50 derajat celcius) selama kurang lebih 1 jam, lalu dikeringkan. 

Penanaman benih dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan, lalu ditutup dengan lapisan tanah halus. 

Pada kondisi normal, kecambah akan muncul setelah 4-7 hari setelah benih disemai. 

Suhu tanah yang optimum untuk perkecambahan biji adalah 3 derajat celcius dan maksimum adalah 35 derajat celcius. 

Pada tanah dengan suhu rendah biji berkecambah dengan lambat.


2. Persiapan Lahan

Persiapan lahan dimulai dengan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman, rumput dan kotoran lain.

Setelah bersih, tanah digemburkan dengan cara mencangkulnya sedalam 30-40 cm. 

Setelah tanah gembur, dibiarkan terkena sinar matahari selama 1-2 minggu, untuk terjadinya dekomposisi sisa-sisa tanaman dan bahan organik lainnya. 

Pada tanah-tanah masam (pH 5,5 atau kurang), perlu dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan takaran 1,5 ton/ha, dengan cara dicampur langsung bersamaan dengan penggemburan tanah.

Setelah pengolahan tanah selesai, selanjutnya dibuat bedengan setinggi kurang lebih 30 cm dengan lebar 1-1,5 meter dengan jarak antar bedengan 50 cm. 

Sementara itu, panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan atau sesuai keperluan (hendaknya perlu mempertimbangkan kemudahan pemeliharaan dan pemanenan). 

Pada bedengan ini, dibuat lubang tanam dengan jarak (50-60 cm) x (50-70 cm).


3. Penanaman

Bibit dapat dipindahkan setelah tingginya mencapai 10-15 cm atau telah memiliki 4-6 helai daun (berumur kira-kira 1 setengah bulan di pembibitan). 

Jarak tanam yang dianjurkan adalah 50-60 cm di dalam barisan dan 50-70 cm antar barisan, bergantung jenis yang diusahakan. 

Cabai kecil memerlukan jarak tanam yang lebih lebar daripada cabai besar karena cabangnya banyak sekali.

Bibit yang akan ditanam hendaknya dipilih tumbuhnya lurus (normal) dan memiliki perkaran yang banyak, serta bebas dari serangan hama dan patogen. 

Penanaman dilakukan pagi atau sore hari pada bedengan yang sehari sebelumnya telah disiram. 

Sementara itu, supaya bibit tidak mengalami pembusukan, bibit ditanam sebatas leher akar atau pangkal batang tanpa mengikut sertakan batangnya. setelah penanaman, perlu dilakukan penyiraman air secukupnya di sekitar pangkal batang.


4. Pemasangan Lanjaran

Untuk membantu tanaman tumbuh tegak dan mengurangi beban fisik akibat kanopi yang rimbun dan buah yang lebat, serta mempermudah pemeliharaan maka di batang cabai perlu diberi lanjaran. 

Lanjaran biasanya terbuat dari kayu atau bambu berukuran diameter 2-4 cm dan panjangnya sekitar 100 cm. 

Pemasangan lanjaran dilakukan 7-14 hari, setelah tanaman dipindah ke lapang dengan jarak kira-kira 10 cm dari batang dengan kedalaman 20-30 cm pada posisi tegak lurus. 

Tanaman diikat pada lanjaran menggunakan tali plastik (tali rafia) saat berumur 30-40 hari setelah tanam.


5. Pemupukan

Bersamaan dengan pengolahan tanah, pupuk kandang ruminansia diberikan dengan takaran sekitar 15 ton/ha. 

Pupuk kandang tersebut dapat pula diberikan pada saat tanam, yaitu langsung di dalam lubang tanam dengan takaran kira-kira setengah-1 kg perlubang tanam.

Sebaiknya, tanaman berumur 1 bulan di lapang, dilakukan pemupukan dengan pupuk buatan. 

Takaran pupuk N lebih kurang 170-220 kg/ha dan pupuk P kira-kira 22 kg/ha, sedangkan pupuk K diberikan bila ketersediaannya rendah. 

Pupuk N dapat diberikan secara bertahap, yaitu setengah takaran lagi diberikan satu bulan kemudian. 

Cara pemberian pupuk buatan adalah menempatkan pupuk tersebut di dalam alur dengan kedalaman 5-7 setengah cm di sekeliling tanaman dengan jarak sekitar 5 cm dari batang, lalu ditutup tanah.


6. Pemeliharaan

Pada prinsipnya, pemeliharaan tanaman cabai sangat sederhana. 

Areal pertanaman perlu dijaga kebersihannya dengan membuang gulma, yang tumbuh di sekitar tanaman karena gulma dapat menjadi pesaing, untuk mendapatkan air dan unsur hara dari dalam tanah dan juga cahaya matahari.

Ketersediaan air bagi tanaman perlu dijamin untuk menggantikan air yang hilang baik evapotranspirasi pada periode-periode kritis, yakni pada saat pertumbuhan vegetatif cepat, pembungaan, dan pembentukan buah. 

Untuk itu, pemberian air perlu dilakukan dengan mengacu pada prinsip tepat waktu, tepat cara, dan tepat jumlah sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal. 

Pemberian air dapat dikurangi atau dihentikan bila jumlah curah hujan di areal pertanaman cabai tergolong tinggi (terutama pada musim penghujan).

Untuk mendapatkan bentuk tajuk tanaman yang ideal sehingga diperoleh penetrasi cahaya matahari yang efektif untuk fotosintesis perlu dilakukan penemelan, yaitu pemangkasan terhadap tunas air, daun, bunga dan bagian-bagian yang lain yang rusak akibat serangan hama dan patogen. 

Waktu penempelan yang baik yaitu pada pagi hari, dimana kandungan air tanaman masih tinggi sehingga mudah untuk dipatahkan dengan jari tangan. 

Penempelan dilakukan 2-4 kali selama musim tanam (sesuai kebutuhan).

Penempelan tunas di ketiak daun dimulai umur 10-12 hari setelah tanam (di dataran rendah) atau 15-20 hari setelah tanam (di dataran tinggi). 

Sementara itu, penempelan daun di cabang utama dilakukan saat tanaman berumur 75-80 hari, setelah tanam (di dataran rendah) atau 90 hari setelah tanam (di dataran tinggi), tergantung varietas yang diusahakan. 

Lagi pula, penempelan terhadap bunga dilakukan untuk penunda pembentukan bunga dan buah sampai kondisi tanaman benar-benar kuat.

Baca Juga Disini : 5 Cara Menanam Selada Yang Mudah

4 Cara Menanam Sawi Yang Benar dan Mudah

5 Langkah Mudah Cara Menanam Kubis

Posting Komentar

0 Komentar