Cara Memelihara Lele di Kolam Terpal


Saat ini permintaan lele hidup dan segar untuk warung-warung, rumah makan, restoran dan pasar swalayan terus meningkat di kota-kota besar. 

Kebutuhan lele terus meningkat seiring dengan tumbuhnya usaha pengolahan lele. Lele juga mulai dipasarkan dalam bentuk awetan.

Lele merupakan ikan yang berukuran sedang sampai besar. Lele dumbo merupakan lele berukuran besar  yang dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari 15 kg/ekor dengan panjang hingga 1 meter.

Sedangkan lele lokal, walaupun dapat tumbuh hingga mencapai 62 cm, pertumbuhannya sangat lambat.

Habitat ikan lele adalah semua perairan air tawar. Sungai yang airnya tidak deras atau di perairan yang tenang seperti danau, waduk , rawa-rawa serta genangan air lainnya merupakan lingkungan hidup ikan lele.

Langkah-langkah dalam pemeliharaan ikan lele dapat dibagi menjadi 2 yaitu :


A. Pendederan Ikan Lele

Dalam usaha pembesaran ikan lele di berbagai wadah budidaya, benih yang digunakan umumnya mencapai ukuran 5-8 cm dan 8-12 cm. 

Benih ukuran tersebut sudah cukup kuat untuk dipelihara di perairan yang agak dalam. 

Untuk menghasilkan benih ukuran tersebut perlu dilakukan pemeliharaan yang biasa disebut pendederan. Pendederan dilakukan 1-2 bulan.

Biasanya kegiatan pendederan dilakukan di kolam tanah sehingga menghemat biaya pakan. 

Dengan pengolahan tanah yang baik dan pemupukan yang cukup, pakan alami akan melimpah di dalam kolam sehingga benih memperoleh pasokan pakan yang cukup. 

Pada kolam terpal pemupukan tidak dapat dilakukan sehingga benih lele hanya memperoleh pakan dari pasokan pembudidaya.

Pendederan lele di kolam terpal sebaiknya dimulai dari benih berumur kurang dari 20 hari atau yang telah mencapai ukuran 0,7-1 cm. 

Benih berumur kurang dari 20 hari sudah di adaptasi dengan pakan buatan. Benih ditebar dengan kepadatan 20-30 ekor/liter air. 

Bila benih telah mencapai ukuran 3-5 cm, padat penebarannya antara 1.000-1.500 ekor/ meter persegi. 

Untuk mencapai ukuran 8-12 cm, benih ukuran 3-5 cm dipelihara 2 bulan. Kedalaman air kolam antara 30-40 cm. 

Selama pemeliharaan, benih ukuran 0,7-1 cm diberi pakan berupa kutu air dan cacing sutra sebanyak 3-5 kali sehari. 

Pakan alami tersebut diberikan hingga benih mencapai umur 14 hari dan pada hari ke-15 sampai 20, benih sudah dapat makan pelet yang dihaluskan hingga berbentuk tepung. 

Pada hari ke 21 sampai hari ke 30 benih sudah dapat diberi pelet yang agak kasar. 

Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 10-20% dari total berat badan ikan. 

Bila benih telah mencapai ukuran 3-5 cm maka jumlah pakan yang diberikan diturunkan menjadi 5-10% total berat badan ikan.

Pakan untuk benih lele sebaiknya mengandung protein minimal 25%. Ini karena benih lele membutuhkan protein yang banyak untuk tumbuh. 

Di alam, benih lele memakan berbagai plankton yang terdiri dari hewan dan tumbuhan yang mengandung protein tinggi.

Untuk mencegah benih lele terserang penyakit, sebaiknya benih diberi vitamin C dosis 250-500 mg/kg berat tubuh selama beberapa hari sebagai imuno stimulan atau diberikan lipo polisakarida 10 mg/l untuk mempertahankan benih.

Kolam juga harus dijaga kebersihannya agar tidak menjadi sarang penyakit. 

Sisa pakan dan kotoran ikan didasar kolam terpal secara rutin dibersihkan dengan penyifonan tiap 10-20 hari.


B. Pembesaran Ikan Lele

Kegiatan pembesaran (fattening) dilakukan untuk menghasilkan lele ukuran konsumsi atau ukuran pasar (markettable size). 

Umumnya lele diproduksi dengan berat 8-12 ekor/kg, yang merupakan ukuran ideal untuk rumah makan. 

Kebutuhan lele ukuran besar, 1-2 ekor/kg masih sangat sedikit.

Untuk menghasilkan lele ukuran 8-10 ekor/kg pemelihara membesarkan benih ukuran 8-12 cm. 

Benih yang digunakan harus sehat, berukuran seragam, dan responsif terhadap pemberian pakan. Jumlah benih yang ditebar dengan kepadatan 100-300 ekor per meter persegi. 

Kedalaman air untuk pembesaran 80-100 cm. Lele diberi pelet sebanyak 3-4% bobot biomass ikan dan diberikan 2-3 kali sehari. 


Pelet yang diberikan kepada lele minimal mengandung protein 20%. Pakan dengan kandungan protein 25-28% cukup memadai untuk memacu pertumbuhan lele. 

Karena lele rakus maka dapat pula diberikan pakan tambahan berupa daging bekicot, ikan rucah, bangkai ayam yang telah direbus atau dibakar, dan daging hewan lainnya. 

Dengan menebar benih ukuran 8-12 cm, setelah 2,5 bulan pemeliharaan, ikan dapat mencapai ukuran 8-12 ekor/kg.

Untuk membuat ikan kebal terhadap serangan penyakit dapat digunakan vitamin C dosis 250-500 mg/kg berat tubuh selama beberapa hari. 

Atau menggunakan probiotik sebagai imuno stimulan misalnya lipo polisakarida 10 mg/l untuk mempertahankan stamina ikan.

Sebagaimana pendederan, kolam terpal pada pembesaran juga harus dijaga kebersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. 

Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam terpal secara rutin dibersihkan dengan melakukan penyifonan tiap 20-30 hari.

Posting Komentar

0 Komentar