Cara Panen Kerang Mutiara dan Penanganan Hasil Panen


Pemeliharaan tiram pasca insersi antara 1,5-2 tahun menghasilkan mutiara bulat ukuran pasar. Setelah pemeliharaan 1,5-2 tahun sekitar 80% kerang menghasilkan mutiara berukuran 12 mm ke atas. 

Bila menginginkan ukuran mutiara yang lebih besar, masa pemeliharaan diperpanjang sesuai dengan keinginan. Tiram spesies Pinctada Maxima dapat menghasilkan mutiara berukuran 15-18 mm.


A Mutiara

Harga sebuah mutiara ditentukan oleh warna, kilau, transluensi, tekstur, bentuk dan ukuran. Harga mutiara sangat tinggi bila memiliki warna asli. 

Warna mutiara dibagi tiga yaitu putih, hitam dan berwarna. Yang termasuk dalam klasifikasi warna putih adalah krem, merah muda, dan kuning merah. 

Kelompok berwarna meliputi warna merah kuning, pelangi violet, biru abu-abu, biru tua, hijau tua dan hijau metalik. 

Mutiara dikatakan berwarna indah bila memiliki tiga warna sekaligus berupa overtone krem, merah bunga mawar, dan biru atau hijau.

Tekstur mutiara dikatakan bagus bila permukaannya halus tanpa goresan atau cacat lainnya. Secara keseluruhan, nilai mutiara akan tinggi bila mempunyai kilau yang tinggi, transluensi kuat, bentuk bundar dan ukurannya besar.

Waktu panen tiram mutiara dapat diatur sesuai ukuran dan mutu yang diinginkan. Sebelum dipanen, kerang mutiara dipuasakan selama 3 minggu, sehingga membuat mutiara lebih berkilau. 

Caranya, gantung tiram pada kedalaman 1,5 meter supaya terkena sinar matahari.

Ada dua macam panen tiram mutiara, yaitu mutiara bulat dan blister (setengah bulat). Panen mutiara bulat agak sulit. 

Prosesnya mirip dengan insersi memasukkan inti. Mula-mula sayat luka lama dengan incision knife ke arah mutiara bersemayam.

Lalu tekan pelan-pelan mantel agar mutiara keluar. Cara lain adalah mengait mutiara dengan menggunakan nukleus carrier

Tiram yang sudah dipanen mutiaranya dipelihara kembali untuk diinsesrsi ulang. Tiram yang menghasilkan mutiara bulat, biasanya masih bisa diinsersi 2-3 kali.

Panen mutiara blister (setengah bulat) lebih mudah. Potong otot adductor untuk melepaskan tubuhnya dengan cangkang. 

Dengan hati-hati semua organ tubuh diambil sehingga tinggal mutiara blaster yang menempel pada cangkang. 

Mutiara blister diambil pada cangkang dengan menggunakan bor bermata dua atau bermata intan digoreskan di sekeliling mutiara sampai lepas.

Setelah dilepas, mutiara blister berbentuk cekungan dan kondisinya kotor. Kotoran tersebut dapat dibersihkan dengan larutan HCL. 

Untuk mendapatkan warna yang disukai, berikan warna dasar pada bagian bawah mutiara, tutup dengan potongan cangkang yang sudah dibersihkan, lalu dibentuk sesuai pola.

Mutiara yang telah dipanen di cuci dengan air tawar untuk menghilangkan lendir dan pengaruh air laut yang menyebabkan warna pudar. 

Bersihkan mutiara dengan kain katun yang telah dibubuhi garam halus agar berkilau. Cara lain, masukkan ke mesin penggosok (pearl polishing mashine) bersama garam halus.


B Cangkang

Dalam budidaya kerang mutiara, selain dihasilkan mutiara bulat dan blaster (setengah bulat), juga dihasilkan cangkang. 

Daging kerang mutiara pun merupakan seafood bergizi tinggi. Cangkang kerang mutiara dimanfaatkan untuk produksi kancing baju, hiasan dinding, asbak dan sebagainya. 

Karena itu, dalam budidaya mutiara, selain dihasilkan mutiara sebgai tujuan utamanya, juga dihasilkan cangkang sebagai hasil sampingan.

Pengumpulan cangkang kerang mutiara dimulai dari mengambil tiram yang sudah mati atau sengaja dimatikan karena tidak layak untuk operasi mutiara bulat maupun blister. 

Juga dapat diambil dari kerang telah mengasilkan mutiara blister dan mutiara bulat setelah operasi kedua atau ketiga. 

Cangkang yang telah terkumpul kemudian dipilah-pilah dan dikelompokkan berdasarkan kualitas massing-masing. 

Biasanya pengelompokan cangkang ini didasarkan pada kualitas nacre yang ada pada cangkang tersebut, apakah masih utuh, rusak atau ternoda. 

Dalam perdagangan biasanya cangkang kerang mutiara digolongkan ke dalam kelas-kelas sebagai berikut :

  1. Kelas A. Kelas ini terdiri atas cangkang yang bagian nacre-nya massih bercahaya dan tidak terdapat noda-noda hitam.
  2. Kelas B. Termasuk kelas dua, yang merupakan cangkang yang bagian nacre-nya masih bercahaya tetapi terdapat noda-noda hitam.
  3. Kelas C. Kelas ini dipilih dari cangkang yang terdapat bekas lubang, terutama cangkang dari hassil mutiara blister. Atau, cangkang yang bagian nacre-nya masih bercahaya tetapi sudah rusak dan banyak terdapat noda-noda hitam.
  4. Kelass D. Kelas ini biasanya terdiri dari cangkang yang warna nacre-nya sudah pudar dan tidak bercahaya lagi. Cangkang seperti ini biasanya pada cangkang kerang yang sudah lama mati dan terendam air laut.
Cangkang dari hasil mutiara bulat biasanya dimasukkan ke dalam cangkang kelas A yang harganya paling tinggi dan paling disukai. 

Sedangkan cangkang hasil dari operasi mutiara blister umumnya dikelompokkan ke dalam kelas C karena cangkangnya sudah banyak berlubang, walaupun nacre-nya masih bercahaya.




Posting Komentar

0 Komentar