12 Cara budidaya Arwana Asia Lengkap Bagi Pemula


Arwana asia adalah sebutan untuk ikan yang berasal dari Asia, khususnya dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. 

Terdapat beberapa jenis ikan arwana di Asia, antara lain :

a. Arwana red-tailed golden (Scleropages aureus)
b. Arwana crossback golden (Scleropages formosus)
c. Arwana super red atau chili red (Scleropages legendrei)
d. Arwana silver asian (Scleropages macrocephalus)

Semua jenis tersebut mempunyai cara perkembangbiakan yang sama sehingga disatukan dalam subbab arwana asian. 

Yang membedakan hanya warna tubuh dan asal ikan tersebut. 

Di luar itu, mereka semua bisa saling disilangkan.

a. Red tail Golden

Ikan ini asli Indonesia dan disebut sebagai Red Tail Golden (RTG) atau Indonesian golden arwana. 

Perbedaannya dengan crossback golden malaysia adalah warna golden dari punggung atas hingga ke perut atau semua tubuhnya berwarna golden, sedangkan warna golden pada ikan golden malaysia hanya terdapat di bagian punggung atau separuh badan atas saja.

Ikan Scleropages aureus yang berasal dari Riau/Pekan baru ini lebih mahal dibanding arwana golden malaysia. 

Seperti sepupunya dari Malaysia, ikan juga mempunyai warna dasar seperti hijau, biru dan gold. Ikan ini juga lebih besar dan agresif dibanding sepupunya si cross back golden dari Malaysia.

b. Cross Back Golden

Banyak nama dagang yang menyertai ikan dengan nama ilmiah Scleropages formosus ini, di antaranya Cross back golden, Pahang golden, Malayan bonytongue, Bukit merah blue, Taiping golden dan Malaysian gold. 

Semua nama tersebut mengacu pada tipe yang sama, arwana golden. 

Saat dewasa, warna golden pada ikan ini akan terlihat jelas di bagian punggungnya. Ikan ini memang "berbau" Malaysia karena memang terdapat di sekitar Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor.

Produksi ikan jenis ini hanya sedikit sekali karena memang jumlah anakannya tidak banyak. 

Jumlah yang terbatas otomatis membuat harga ikan ini melambung tinggi di pasaran. Jenis ini hanya di produksi oleh peternakan besar di Malaysia dan Singapura. 

Oleh penghobi, ikan ini masih diklasifikasikan menjadi beberapa varietas diantaranya blue-based, purple-based, gold-based, green-based, dan silver-based.

Saat ini, Platinum white golden arwana dan royal golden blue arwana menjadi raja dengan harga paling tinggi diantara varietas lainnya. 

Kedua jenis ini paling banyak dikoleksi di Jepang dengan harga premium. 

Peternak Malaysia banyak meraup untung dari kedua jenis ikan ini karena memang merupakan daerah asal dari kedua jenis ikan ini.

c. Super Red

Arwana jenis ini memang memiliki tubuh berwarna merah. 

Ikan ini berasal dari Kalimantan Barat. 

Ikan arwana jenis super red, chili red, dan blood red terdapat di lembah sungai Kapuas dan danau Sentarum.

Scleropages legendrei sempat menjadi jenis ikan arwana dengan harga termahal. 

Karena nilai profitnya yang tinggi maka semua peternak berbindong-bondong membudidayakan jenis ikan ini. 

Hasilnya dapat ditebak, populasinya naik dengan tajam dipasaran sehingga harganya pun mulai menurun.

Para penghobi pun masih membagi jenis ikan ini menjadi beberapa varian, diantaranya blood red, chili red, orange red, dan golden red. 

Tetapi saat ini, chili red, blood red, orange red, dan golden red dikelompokkan dan diberi nama super red.

Selain super red, beberapa penjual ikan hias di Indonesia membagi lagi menjadi dua jenis, yaitu chili red dan blood red. 

Pemberian nama ini berdasarkan kualitas warna merah pada tubuh ikan. 

Disebut chili red karena warna chili lebih dominan di tubuh arwana ini, sedangkan blood red digunakan untuk menyebut ikan yang warna merahnya seperti darah.

Ternyata kedua jenis ini juga berbeda dalam hal bentuk tubuh. Chili red lebih tebal, sedangkan blood red lebih panjang dan tipis.

d. Green Arwana

Ikan ini tersebar luas di Thailand, Malaysia, Myanmar, Indonesia dan Cambodia. 

Berbeda wilayah, kadang juga menghasilkan ikan dengan warna tubuh yang berbeda pula.

Ikan ini mempunyai perbedaan yang jelas dibandingkan dengan ikan lainnya, yaitu mulut dan kepalanya paling besar dan lebar.

Ikan ini adalah yang paling diminati dan laris di Philipina dan Thailand karena harganya paling murah di antara ikan arwana Asia lainnya. 

Di Indonesia, jenis ikan arwana yang paling murah dan laris adalah ikan arwana silver asal Brasil.

1. Persiapan Induk

Meski terdapat begitu banyak jenis ikan arwana Asia, mereka adalah satu marga, yaitu Scleropages

Dengan demikian, ikan-ikan tersebut mempunyai cara berkembang biak yang sama dan mudah untuk disilangkan.

Budidaya ini dimulai dari memelihara indukan dalam satu bak pemeliharaan yang sekaligus digunakan sebagai bak pemijahan. 

Akan sangat sulit membudidayakan ikan dengan cara menjodohkan ikan jantan dan ikan betina sebelum dipelihara bersama dalam satu bak pemeliharaan.

2. Bak Pemijahan

Masukkan sekitar 6 ikan arwana dalam kolam semen berukuran 5 x 5 meter dengan kedalaman 50 cm. 

Pasanglah jaring plastik mengelilingi kolam setidaknya setinggi 75 cm dari permukaan air untuk mencegah ikan melompat keluar.

Masukkan beberapa akar kayu bakau untuk menciptakan kondisi alami di sudut kolam sebagai daerah memijah. 

Material batu dan pasir sebaiknya tidal digunakan karena akan menyebabkan luka pada ikan. 

Daerah memijah sebainya terlindung dari cahaya langsung dan pastikan daerah tersebut bukan daerah yang ramai, berisik atau tempat lalu lalang orang. indukan di pelihara di kolam ini sampai ikan mencapai kematangan atau sipa kawin dan memijah.

3. Kualitas air

Kondisi air harus dibuat semirip mungkin dengan lokasi ikan-ikan ini berasal. 

Biasanya pH berkisar 6,8-7,5 dan suhu 27-29 derajat celcius. 

Penggantian air harus dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sekitar 30-35% dari volume total. 

Ketinggian air dijaga sekitar 50-57 cm.

4. Pakan

Pakan yang diberikan merupakan gabungan diet berupa pelet 32% protein dan beragam pakan hidup berupa ikan mas dan udang atau potongan kepiting dan daging.

Pakan diberikan sekitar 2% dari berat tubuh ikan setiap hari dengan dibagi menjadi 2 kali pemberian pakan.

5. Matang Kelamin

Ikan matang kelamin sekitar 4 tahun dengan panjang tubuh sekita 45-60 cm. 

Musim memijah biasanya berkisar dibulan Juli dan Desember. 

Saat di alam, ikan jantan akan memelihara telur di dalam rongga mulutnya selama 2 bulan sampai benih benar-benar bisa berenang bebas.

Di dalam ovarium ikan arwana betina mengandung sekitar 2-30 butir telur dengan diameter 0,8-1,9 cm. 

Pada jenis dan ukuran tertentu, ada betina arwana yang dapat menghasilkan hingga 60 telur.

6. Membedakan Jantan dan Betina

Perbedaan jenis kelamin ikan arwana hanya dapat diketahui saat ikan beranjak dewasa, sekitar usia 3-4 tahun. 

Perbedaan kelamin juga dapat diketahui dari ukuran tubuh dan ukuran rongga mulut. 

Ikan jantan biasanya lebih ramping dan lebar dari punggung ke perut. 

Mulut ikan jantan lebih besar dan warnanya lebih cerah dibandingkan dengan betina. 

Mulut ikan yang besar dan rahang yang lebih lebar ke bawah digunakan untuk memelihara telur di rongga buccal milik ikan jantan. 

Ukuran kepala si jantan juga lebih besar. 

Dari segi perilaku, si jantan lebih agresif dan selalu unggul saat berebut makanan.

7. Proses Memijah

Pemijahan ikan dimulai sekitar seminggu sampai sebulan sebelumnya. 

Saat malam biasanya ikan arwana akan berenang di sekitar permukaan sambil saling mendesak sehingga menciptakna cipratan air. 

Mereka saling melingkarkan tubuh, mulut ke ekor masing-masing jenis.

Jika waktunya sudah tiba, ikan betina akan mengeluarkan telur dan pada saat yang sama pejantan akan membuahi dengan mengeluarkan spermanya, kemudian memasukkan telur yang dibuahinya tadi ke dalam mulutnya.

Telur ini berdiameter sekitar 8-10 mm dan masih kaya akan kuning telur satu minggu setelah pembuahan. 

Setelah menetas, anak-anak ikan ini masih berada di mulut arwana jantan selama 7-8 minggu sampai kuning telurnya benar-benar habis. 

Larva ini akan berenang bebas dari induknya saat ukuran tubuhnya sekitar 45 mm.

8. Identifikasi Pejantan

Ikan jantan sangat mudah diketahui saat memelihara anakan di mulutnya, yaitu adanya perilaku tidak mau makan karena ada anak dimulutnya.. 

Selain itu terjadi perubahan bentuk rahang menjadi sedemikian lebar dibanding saat belum berisi larva ikan.

9. Panen Larva Ikan Arwana

Waktu inkubasi atau waktu yang dimulai dari pembuahan sampai larva dilepaskan induknya adalah sekitar 8 minggu. 

Untuk memperpendek waktu larva di mulut induk dapat dilakukan panen ikan secara paksa.dengan membuka mulut ikan jantan. 

Hal ini dilakukan 30 hari sesudah pembuahan.

Ikan jantan diambil dengan menggunakan jala halus, kemudian secara pelan-pelan rahang ikan dibuka dengan menekan secara perlahan rahang bawah ke arah bawah.

Terdapat 2 orang yang bertugas membuka mulut ikan jantan. 

Seorang memegang tubuh ikan, sementara orang kedua memegang rahang ikan dan membukanya. 

Saat memegang ikan, sebaiknya gunkaan handuk basah supaya ikan jantan tidak terluka karena meronta saat dibuka mulutnya.

Jumlah larva yang dihasilkan ikan ini berkisar antara 20-60 ekor, tergantung pada jenis, genetis, dan ukuran ikan betina.

Memelihara Benih

Larva yang sudah dihasilkan ikan arwana selanjutnya diinkubassi di akuarium yang berukuran 90 x a45 x 45 cm. 

Pertahankan suhu air dalam akuarium sekitar 27-29 derajat celcius denngan thermostat heater dan beri aerator.

Untuk mencegah bakteri dan jamur dapat ditambahkan 2 ppm acriflavin cair. 

Dengan cara pemeliharaan in vitro ini, biasanya tingkat keberhasilan hidup anak ikan sekitar 90-100%.

Selama minggu pertama, saat larva masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur, mereka hanya tergolek didasar akuarium. 

Saat kuning telurnya mulai mengecil, mereka akan berusaha untuk berenang.

Setelah 8 minggu, ikan mulai berenang bebas karena kuning telurnya sudah habis. 

Pada saat itu, panjang tubuhnya sekitar 8,5 cm.

10. Membesarkan Benih

Pada saat memasuki minggu ke &, ikan sudah dapat diberi pakan anakan ikan gupy atau cacing sutera. 

Pakan hidup ini diberikan supaya tidak terjadi saling serang di antara calon karnivora tersebut.

Pada saat itu, sebaiknya air akuarium disifon setiap hari dan diganti dengan air yang berkualitas sama dengan di akuarium pemeliharaan benih.

Ikan yang sudah berukuran 10-12 cm dapat mulai diberi pakan udang atau potongan daging. 

Untuk menambah warnanya agar lebih cemerlang dan merangsang sel Chromatopora maka dapat diberikan lampu sekitar 10-12 jam sehari.

Setelah 6-7 bulan, ikan akan mencapai ukuran sekitar 20-25 cm dan dapat mulai dijual dipasaran.

11. Fase Kritis

Fase krusial budidaya ikan ini adalah indukan mudah mengalami beragam penyakit seperti fin rot, mata berawan, dan infeksi cacing jangkar. 

Semua dapat dicegah dengan perawatan yang baik dan meningkatkan kualitas air.

12. Peluang Harga

Tidak dapat dipungkiri bahwa ikan ini merupakan konsumsi orang berduit karena harganya paling mahal diantara jenis ikan yang lain. 

Mungkin hanya ikan koi yang berkualitas saja yang dapat menandingi harga seekor ikan arwana..


Posting Komentar

0 Komentar