Cara Ternak Burung Puyuh Bagi Pemula


Hampir di seluruh pasar tradisional dan pasar modern menjual telur puyuh. 

Bentuk telurnya yang mungil dan bercorak hitam putih menjadikan telur ini terlihat nyentrik dan memiliki daya tarik tersendiri. 

Peluang usaha budidaya burung puyuh sangat potensial karena permintaan pasar terhadap telur puyuh cukup baik dan peluang telur puyuh untuk dijadikan komoditas ekspor sangat terbuka lebar. 

Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika daging puyuh pun dijadikan komoditas ekspor. 

Syarat agar daging dan telur puyuh dapat tembus ke pasar ekspor adalah daging dan telur puyuh berkualitas dan pengemasannya harus semenarik mungkin.

Pedoman Beternak Burung Puyuh

Burung puyuh termasuk dalam kelas Aves, famili Phasianidae, dan ordo Galiformes

Hewan ini memiliki ukuran yang kecil jika dibandingkan dengan ayam atau bebek. 

Walaupun termasuk dalam kelas burung (Aves), namun burung puyuh ini tidak dapat terbang.

Dalam pemeliharaannya, burung puyuh tidak membutuhkan perawatan khusus sehingga mudah untuk dibudidayakan. 

Tahapan dalam beternak burung puyuh, antara lain sebagai berikut :

a. Kandang

Sebelum membuat kandang, terlebih dahulu perlu menentukan lokasi kandang yang tepat agar budidaya burung puyuh dapat berjalan dengan baik. 

Syarat utama dalam menentukan lokasi kandang burung puyuh, antara lain :

 1. Lokasi kandang harus jauh dari pemukiman

Lokasi kandang burung puyuh tentunya hrus jauh dari pemukiman penduduk.

Mengingat limbah utamanya yang berupa kotoran burung puyuh mengandung banyak bakteri dan virus, yang cukup membahayakan dan dapat menularkan penyakit pada manusia. 

Adapun jarak minimal antara kandang dengan penduduk pemukiman adalah 10 meter.

2. Lokasi kandang harus mudah diakses dalam proses distribusi

Lokasi kandang juga harus mudah diakses dalam proses pendistribusian hasil ternak. 

Dengan mudahnya kases distribusi hasil ternak, dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.

3. Lokasi harus dekat dengan sumber air bersih

Dengan mudahnya mendapatkan air bersih, proses budidaya akan berjalan dengan optimal dan proses pembersihan kandang pun akan semakin mudah.

4. Lokasi kandang harus jauh dari resiko bencana alam

Syarat lainnya adalah lokasi kandang harus jauh dari resiko bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin puting beling dan bencana alam lainnya.

5. Lokasi kandang harus jauh dari polusi udara dan kebisingan

Lokasi kandang yang jauh dari kebisingan dan polusi udara akan menjadikan burung puyuh berkembang dengan optimal sehingga proses budidaya akan berjalan dengan baik. 

Adapun lokasi yang cocok untuk budidaya burung puyuh adalah di daerah pedesaan.

Setelah mendapatkan lokasi kandang yang ideal, langkah berikutnya adalah membuat kandang burung puyuh. 

Bentuk kandang puyuh yang umum digunakan adalah bentuk sangkar (batrai). 

Untuk ukuran angkar, dapat dibedakan menjadi 3 jenis antara lain sebagai berikut :

1. Kandang induk puyuh

Kandang induk berfungsi untuk menempatkan induk puyuh yang sudah dewasa dan siap bertelur.

 Kapasitas kandang ini idealnya sekitar 39 ekor/meter persegi.

2. Kandang puyuh remaja

Kandang ini berfungsi untuk menempatkan anak burung puyuh yang sudah berumur remaja sekitar 4 minggu ke atas hingga siap bertelur. 

Adapun kapasitas kandang ini idealnya sekitar 55 ekor/meter persegi.

3. Kandang anak puyuh

Kandang ini berfungsi untuk menempatkan anak burung puyuh yang baru menetas hingga berumur 4 minggu. 

Kapasitas kandang ini idealnya 90 ekor/meter persegi.

b. Memilih Bibit

Di dalam proses budidaya burung puyuh, hal yang terpenting adalah memilih bibit yang berkualitas agar nantinya dapat menghasilkan telur yang banyak. 

Adapun jenis puyuh yang baik untuk petelur adalah puyuh jenis ketam, sedangkan jenis puyuh yang baik untuk pedaging adalah puyuh afkiran (puyuh yang sudah tidak porduktif).

Ciri-ciri yang bibit yang baik, antara lain sebagai berikut :

  1. Tampak sehat dan lincah
  2. Tidak cacat
  3. Di bagian anusnya bersih, tidak menandakan diare/mencret
  4. Bulunya bersih dan tidak rontok

c. Pakan

Pemberian pakan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan dan memperbanyak produksinya telurnya. 

Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dalam pemberian pakan. 

Pakan yang umumnya diberikan untuk puyuh adalah pelet, dedak dan lain-lain. 


Pakan berupa pelet sebaiknya memiliki kandungan protein yang tinggi karena protein merupakan nutrisi yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan. 

Pakan utama berupa pelet diberikan 2 kali sehari. 

Selain itu, usahakan agar minuman di dalam kandang selalu tersedia dan terjaga kebersihannya.

d. Proses reproduksi

Proses perkawinan dilakukan secara alami. 

Karena induk jantan dan induk betina disatukan di dalam kandang maka telur juga kan muncul di dalam kandang. 

Telur tersebut harus segera diambil agar tidak dimakan oleh induknya.

e. Penyakit

Burung puyuh sama peperti ayam yang juga rentan terhadap penyakit. 

Beberapa penyakit yang biasa menyerang burung puyuh, antara lain :

1. Tetelo (New Castle Deases/NCD)

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hampir di seluruh organ tubuh.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain diare, tampak lemah, terjadi gangguan pernafasan, serta adanya gejala flu, seperti bersin, pusing yang tampak dari kepalanya yang berputar-putar, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.

Pencegahan : Burung puyuh yang terserang penyakit harus dipindahkan dan dikarantina untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebaiknya sebelum dipelihara, burung puyuh divaksinasi NCD agar di kemudian hari dapat terhindar dari serangan penyakit ini.

2. Berak darah (coccidiosis)

Penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menyerang pada bagian saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Adanya gejala diare yang kotorannya encer dan tercampur darah, tampak lemah dan tidak mau makan.

Pencegahan : Berikan larutan trisula zoco tablet dengan cara diminumkan. Atau berikan kapsul tetra chloine menurut dosis yang dianjurkan, yang dicekokkan ke mulut hingga tertelan.

3. Berak darah (pullorum)

Penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menyerang pada saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kotorannya berwarna putih, tampak lemah dan tidak mau makan.

Pencegahannya : Burung puyuh yang terserang penyakit segera dipindahkan dan dikarantina karena dapat menular ke burung yang lainnya. segera konsultasikan ke dokter hewan atau dinar peternakan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

f. Panen

Telur mulai dapat dipanen setelah burung puyuh menghasilkan telurnya, yaitu sekitar umur 1 1/2 - 2 bulan. 


Setelah itu, setiap harinya selalu bertelur hingga berusia sekitar 5 - 9 bulan, biasanya disebut afkiran.

Pada umur ini, biasanya burung puyuh dipanen dagingnya karena sudah tidak menghasilkan telur lagi.

Posting Komentar

0 Komentar