Jenis-jenis Ikan Konsumsi Air Tawar Lengkap


Ikan konsumsi umumnya dimamfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus sebagai pemasok protein hewani. 

Jenis ikan konsimsi dapat berasal dari hasil tangkapan di alam maupun hasil domestikasi dan budi daya. 

Di Indinesia sediri terdapar sekitar 7.000 spesies ikan diperairan umum dan baru sekitar 27 jenis ikan air tawar yang sudah didemostikasikan.

Dalam rangka meningkat ka jumlah jenis ikan demostikasi, balai riset perikanan budi daya air tawar {BRPBAT} Bogor telah membantu tim analisis komoditas yang bertugas menginventarisasi jenis komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang. 

Tim ini telah bekerja sejak tahun 2007 dengan daerah observasi meliputi wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau dan Kalimantan. 

Hasilnya beberapa jenis ikan air tawar baru akan segera diluncurkan.

A. Ikan Konsumsi Air Tawar Populer

Ikan konsumsi populer terdiri dari jenis ikan yang sudah dibudidayakan dengan baik di masyarakat, mempunyai jumlah pasokan yang besar dan pola distribusinya sedah cukup luas. 

Jenis ikan tersebut antara lain ikan mas, nila, gurami, lele, dan patin.

Pengembangan ikan konsumsi yang populer ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. 

Dengan begitu, tingkat keberhasilan pemeliharaan ikan yang telah banyak dibudidayakan diharapkan akan lebih tinggi mengingat teknologi serta adaptasi komoditas tersebut sudah dikuasai.

1. Ikan Mas

Ikan mas merupakan salah satu komoditas tertua yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. 

Berbagai teknologi pembenihan dan pembesaran sudah dicoba dan diterapkan dalam kajian bisnis secara intensif, misalnya kolam air deras dan KJA. 

Meskipun begitu, tetap timbul masalah (seperti pada umumnya pola budidaya intensif) berkaitan dengan kesehatan ikan. 

Serangan KHV (koi herves) secara besar-besaran, harga pakan yang relatif tinggi, serta kualitas air pemeliharaan yang tidak terjaga menjadi faktor pemicu berkurangnya minat pembudidaya ikan mas.

2. Ikan Nila

Ikan nila juga termasuk dalam jenis ikan yang dapat dijadikan sebagai komoditas ketahanan pangan. 

Mengingat kecepatan tumbuh serta reproduksi ikan nila yang menakjubkan, perkembangan budidaya ikan ini mampu mengimbangi budidaya ikan mas, khususnya di daerah Jawa Barat. 

Ikan ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikon penyelamat perkembangan budidaya ikan air tawar karena teknologi pemeliharaannya sudah berkembang dengan baik. 

Namun, permasalahan yang ada di masyarakat saai ini yaitu kualitas benih dan induk yang kurang memadai. 

Akibatnya, produktivitas dan laju pertumbuhannya menurun. 

Selain itu, masalah serangan bakteri Streptococcus turut andil dalam menurunkan produktifitas ikan nila di beberapa daerah.

3. Ikan Gurami

Ikan gurami mempunyai harga yang relatif stabil di antara jenis ikan air tawar lainnya. 

Pemeliharaan ikan ini juga relatif mudah dan teknologi budidayanya juda sudah tersedia dengan baik. 

Pemeliharaan ikan gurami memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu 7-12 bulan. 

Namun demikian, solusi untuk menyiasati lambatnya pertumbuhan tersebut telah ditemukan, yaitu mengadakan segmentasi budidaya. 

Selain pertumbuhan yang lambat, masalah yang muncul dalam budidaya gurami yaitu serangan "penyakit baru" yang disebut "prepek". 

Ikan gurami yang terserang penyakit ini akan berbunyi "blebek-blebek" sebelum tenggelam dan akhirnya terapung dan mati.

4. Ikan Lele

Saat ini, penyebaran ikan lele sudah sangat luas. 

Hampir di seantero Jabodetabek terdapat bisnis usaha lele. 

Perputaran uang yang cepat dan pemasarannya yang relatif mudah menjadi salah satu faktor yang diandalkan. 

Teknologi yang mudah dan sudah dikuasai menjadi pendorong merebaknya budidaya ikan lele. 

Namun demikian, seiring dengan meningkatnya harga pakan maka besarnya marjin keuntungan pada budidaya ikan lele pun mengecil. 

Serangan penyakit hampir dikatakan jarang sekali terjadi pada budidaya ikan lele. 

Hanya faktor pakan yang kurang berkualitas yang menjadi penyebab banyaknya kematian yang mungkin timbul pada budidaya ikan ini.

5. Ikan Patin

Ikan patin mulai dilirik orang untuk dikembangkan mengingat teknologi budidayanya juga sudah mulai dikuasai dengan baik. 

Daging ikan patin yang lembut dan sedikit durinya merupakan keunggulan ikan ini. 

Permasalahan budidaya yang muncul yaitu relatif lamanya pemeliharaan untuk menghasilkan ikan konsumsi, yaitu mencapai 7-8 bulan. 

Hal tersebut tidak diimbangi dengan harga jual yang ada. hal tersebut menjadikan patin susah dikembangkan di daerah Jawa, disamping prefesensi selera masyarakat yang masih sedikit.

6. Ikan Mujair

Ikan mujair merupakan salah satu ikan introduksi yang masuk ke Indonesia. 

Masuknnya ikan mujair ke Nusantara tidak diketahui pasti waktunya. 

Penyebaran ikan mujair cukup luas yaitu Afrika dan beberapa negara Asia seperti Kamboja, Malaysia, Philipina, Thailand dan Indonesia. 

Dewasa ini, ikan mujair berkembang pesat dan banyak terdapat di sungai-sungai atau daerah perairan di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Baca Juga Disini : 

7. Ikan Bandeng Air Tawar

Ikan bandeng termassuk jenis ikan diadromus, yaitu ikan yang dapat hidup di perairan tawar maupun laut. 

Ikan ini merupakan ikan asli Indonesia. 

Beberapa negara yang telah membudidayakan ikan bandeng dengan baik yaitu Philipina dan Taiwan.

Awalnya, ikan bandeng banyak dipelihara di tambak-tambak air payau di daerah Pantura. 

Dengan berkembangnya sistem adaptasi oleh masyarakat, dewasa ini banyak ikan bandeng yang dipelihara di perairan iar tawar, misalnya di KJA Jatiluhur, Purwakarta. 

Ikan bandeng air tawar termasuk golongan ikan pemakan plankton dan makroalga. 

Di tambak, ikan bandeng biasa memakan klekap yang merupakan campuran antara alga dasar dan bentos.

8. Ikan bawal air tawar

Ikan bawal air tawar merupakan salah satu ikan introduksi yang masuk ke Indonesia. 

Sebelumnya, ikan ini dikenal sebagai ikan hias dengan sebutan ikan "piranha".

Ikan bawal air tawar termasuk golongan hewan omnivora, yaitu pemakan segala.


Ikan ini memakan zooplankton, serangga air, siput air, dan detritus. 

Oleh sebab itu, ikan ini diperkirakan akan menjadi salah satu komoditas bisnis andalan untuk dikembangkan di masa mendatang karena pemeliharaannya mudah.

B. Ikan Konsumsi Air Tawar Potensial

Ikan air tawar potensial terdiri dari jenis ikan yang mempunyai nilai harga jual relatif tinggi dan penyebarannya di suatu daerah tertentu cukup banyak. 

Namun, sering kali teknologi budidayanya masih belum ditemukan dengan baik sehingga pengembangannya masih memerlukan waktu yang relatif lama. 

Umumnya ikan tersebut berasal dari perairan umum yang masih dalam proses domestikasi.

Jenis ikan konsumsi potensial diperkirakan menjadi salah satu primadona ikan konsumsi yang populer untuk beberapa tahun mendatang. 

Adapun jenis ikan konsumsi potesial antara lain ikan baung, betutu, belida, dan jelawat.

1. Ikan Baung

Bentuk tubuh ikan baung seperti lele. 

Hanya saja, kecepatan pertumbuhannya tidak sebaik ikan lele. Untuk mencapai ukuran konsumsi (300gram/ekor) dibutuhkan waktu pemeliharaan selama 8-10 bulan.

Ikan ini mempunyai harga yang cukup layak untuk dijadikan target budidaya. teknologi budidayanya telah dikuasai oleh BRPBAT, tetapi masih belum banyak didesiminasi dan diaplikasikan oleh masyarakat. 

Diperkirakan, ikan baung dapat menjadi ikan populer di daerah Sumatera.

2. Ikan Betutu

Ikan betutu atau "gabus malas" mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. 

Upaya pembenihan telah dilakukan walaupun secara alami. 

Sementara pemeliharaan larva masih terkendala dengan pengadaan pakan alami berupa rotifera yang berukuran sangat kecil (< 30 milimikron). 

Teknologi pembesaran sudah ikan ini sudah diketahui dengan baik.

3. Ikan Belida

Ikan belida termasuk ikan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. 

Upaya pemijahan secara buatan masih mengalami kendala dengan belum menetasnya telur yang telah dibuahi. 

Dengan begitu, diperlukan kajian yang lebih lengkap lagi. 

Fekunditas yang rendah untuk setiap kilogram induk (300 butir telur) juga menjadi pertimbangan untuk pengembangan budidayanya. 

Namun, keadaannya yang sulit dijumpai di alam menjadi alasan tersendiri bagi pembudidaya untuk segera mengembangkan jenis ikan ini.

4. Ikan Jelawat

Ikan jelawat merupakan ikan jenis carp yang mempunyai prospek untuk dikembangkan di masa mendatang. 

Teknologi budidaya ikan ini telah terkuasai dengan baik. 

Namun, diperlukan penanganan lebih serius untuk menangani masalah desiminasi dan aplikasi di tingkat petani.

5. Ikan Sepat

Ikan sepat merupakan salah satu ikan rawa yang diintroduksi ke Indonesia dari Thailand. Di Indonesia, penyebarab ikan sepat cukup luas, meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. 

Jenis ikan sepat yang dikenal di masyarakat adalah ikan sepat berwarna belang-belang hitam dengan bentuk sirip ekor seperti sabit (sedikit cekung).

Ikan sepat termasuk golongan hewan omnivora, yaitu hewan pemakan segala, baik berupa flora maupun fauna yang menempel pada berbagai substart di bawah permukaan air, sehingga mudah dipelihara.

Baca Juga Disini : 6 Cara Budidaya Ternak Ayam Petelur Lengkap dan Mudah Untuk Pemula

Cara Ternak Ayam Pedaging (Broiler) Lengkap Bagi Pemula

Posting Komentar

0 Komentar