Macam Jenis Ikan Betta/Cupang dan Cara Budidaya Lengkap


Ikan betta atau cupang yang berasal dari Thailand ini mempunyai nama ilmiah Betta imbellis

Kemungkinan besar, ikan ini sudah disilangkan dari berbagai jenis indukan. 

Berdasarkan hasil survey majalah survey majalah ikan hias Indonesia, ikan Betta disukai oleh sekitar 7% penggemar dari total beragam jenis ikan hias. 

Hal ini merupakan hasil yang fantastis karena ikan betta bersama ikan guppy (yang juga memiliki 7% penggemar) masuk dalam 5 besar jenis ikan yang sangat disukai, selain mas koki, arwana dan koi.

Ikan betta jantan hanya bisa dipelihara secara individu, yaitu satu akuarium/toples untuk satu ikan karena hobi bertarungnya bisa membuat yang kalah akan mati. 

Sementara ikan yang masih muda dan ikan betina masih bisa dipelihara secara bersama-sama.

Ikan ini mempunyai banyak jenis dan warna sehingga oleh beberapa klub, ikan ini diklasifikasikan dalam berbagai kategori. 

Pengklasifikasian ikan betta didasarkan pada warna tubuh dan bentuk sirip.

Berdasarkan warna tubuhnya, dikenal beberapa varian ikan betta, diantaranya :

a. Red Betta

Red betta adalah beta yang dihasilkan karena warna merahnya solid dan atau hampis semua bagian tubuhnya dan siripnya berwarna merah.

Di alam liar, warna merahnya kadang masih tercampur dengan warna hitam atau gelap, bahkan masih tercampur warna hijau dan biru.

b. Black Betta

Black betta mempunyai warna dasar hitam. 

Jenis ini masih dibagi lagi menjadi 3 subvarian, yaitu melano black, black lace, dan marble black.


1. Melano Black

Melano black atau melano betta adalah mutasi warna hitam yang masih menyisakan warna melanin. Ikan strain liar juga ada yang berwarna hitam, di samping warna lain seperti hijau, biru, merah, dan putih. 

Uniknya, melano betina mandul, tidak bisa menghasilkan keturunan.

2. Black Lace

Black lace adalah ikan betta dengan warna hitam yang intensitas melano yang lebih dominan. 

Betina black lace subur dan dapat menghasilkan anak.

3. Marble Black

Marble black adalah ikan betta yang mempunyai warna hitam di seluruh bagian tubuh dan siripnya. 

Jenis ikan ini sangat sulit didapatkan. 

Beberapa anakan yang terlihat hitam sempurna, saat dewasa kadang masih menyisakan beberapa warna walaupun hanya sedikit.

c. Royal Blue

Royal Blue mempunyai kombinasi antara gen hijau dan mutasi pada gen steel blue untuk menghasilkan kombinasi warna intermediate. 

Kedua warna tersebut bersifat dominan dan apabila disilangkan akan saling mendominasi. 

Warna intermediate inilah yang disebut sebagai royal blue. 

Jadi persilangan antara betta hijau dengan betta steel blue akan menghasilkan 100% riyal blue.

Baca Juga Disini : 8 Tahap Cara Budidaya Ikan Komet Mudah dan Lengkap

Jenis-jenis Koi dan Cara Budidaya Ikan Koi Lengkap Bagi Pemula

12 Cara budidaya Arwana Asia Lengkap Bagi Pemula

d. Steel Blue

Steel blue adalah jenis betta yang kadang dihasilkan dari perkawinan antara warna hijau.

 Jadi warna ini jelas merupakan hasil mutasi, bukan hasil persilangan. Stell blue adalah warna biru tua.

e. Green 

Warna hijau di dunia betta sering juga disebut sebagai turquoise karena biasanya warnanya masih mengandung kebiruan. 

Jadi, ada varian green, ada juga turquoise.

f. Yellow, Clear, Orange

Yellow betta sering juga disebut sebagai Non Red (NR) betta. 

Mutasi gen disebabkan oleh penempelan pigmen merah di atas pigmen warna kuning. 

Betta kuning ini tidak mempunyai pigmen merah sama sekali di seluruh bagian tubuh dan siripnya. 

Warna ini diperoleh dari betta merah normal yang menghasilkan anakan dengan membawa resesif warna merah.

Clear betta adalah betta yang dihasilkan dari perkawinan marble betta. 

Jenis ini sering disebut sebagai cello atau cellophanes

Orange betta adalah hasil genetik yang disebut gen NR-2, non-red versi ke-2, suatu mutasi gen dari betta merah.

g. Pastel

Ikan betta yang tergolong dalam betta pastel adalah yang mempunyai warna halus, agak pucat, dan tidak terlalu jelas. 

Misalnya warna hijaunya kurang menyala dibanding betta green, atau warna kuningnya lebih pucat dibanding yellow betta.

Dalam klasifikasi ini, muncul warna white pastel, green pastel, yellow pastel, dan lain-lain.

h. Opaq

Betta opaq sebenarnya berwarna putih karena tidak memiliki pigmen merah atau hitam sama sekali, suatu pigmen yang dominan pada ikan betta.


i. Dark Bicolor

Dark bicolor adalah varian ikan betta yang mempunyai 2 kombinasi warna gelap pada tubuhnya.


j. Light Bicolor

Sebaliknya, light bicolor adalah varian ikan betta dengan 2 kombinasi warna yang lebih muda atau cerah.

Selain berdasarkan warna, ikan betta juga diklasifikasikan berdasarkan bentuk sirip ekornya, yaitu sebagai berikut :

a. Veil Tail

Veil tail (VT) merupakan jenis ikan betta yang mempunyai ekor panjang. 

Jenis ini adalah yang paling umum dan banyak di koleksi orang.

b. Spade Tail

Spade tail (ST) adalah jenis ikan betta yang memiliki bentuk ekor seperti pedal.


c. Double Tail

Double Tail (DT) adalah jenis ikan betta yang memiliki 2 ekor atau berekor ganda. 

Untuk jantan disingkat DTM dan betina disingkat DTF.

d. Round Tail

Round tail adalah jenis ikan betta yang memiliki bentuk ekor membulat.


e. Delta Tail 

Delta tail adalah jenis ikan betta yang mempunyai ekor tunggal bukan half moon atau sering disingkat standart delta tail (SDT). 

Sirip punggung dan sirip ekornya tidak benar-benar membulat seperti halfmoon (HM) sehingga sering juga disingkat (HMx) non-halfmoon.

f. Super Delta Tail

Super delta tail adalah versi tambahan dari standart delta tail.


g. Half Moon

Half moon adalah jenis ikan betta yang paling banyak dicari karena sangat laku dipasaran. 

Ekor dan sirip punggungnya menyatu membentuk setengah lingkaran.

Ciri-ciri jenis ikan betta jenis ini adalah sudut masing-masing tepi ekor membentuk sudut 180 serajat.

h. Rose Tail

Rose tail adalah hasil persilangan berbagai jenis half moon yang akhirnya ada jenis yang mempunyai bentuk seperti bunga mawar di bagian ujung atau tepi sirip ekor.


i. Plakat

Mengambil nama asli Thailand, "Pla-kad" yang artinya ikan aduan. 

Di Thailand, jenis ikan ini memang biasa diadu. 

Ciri utamanya adalah sirip yang pendek dan lebih tahan penyakit dibanding saudara sejenisnya.

j. Crown Tail

Ikan ini dihasilkan oleh orang asli Indonesia dan diakui di dunia. 

Betta jenis ini memiliki ekor berbentuk seperti mahkota sehingga disebut crown tail. 

Hampir semua jenis betta yang disilangkan dapat mempunyai ekor crown tail.

Membedakan Jantan dan Betina

Ikan jantan dan betina sangat mudah dibedakan. 

Pejantan sangat agresif, ukuran tubuhnya lebih besar, warna lebih menarik, serta jumbaian sirip punggung, sirip ekor dan sirip perutnya lebih panjang. 

Betina lebih pucat dan perutnya lebih gemuk.

Persiapan Induk

Pilihlah pejantan yang sehat dan betina yang ukuran tubuhnya paling besar diantara calon indukan lainnya.

Untuk jenisnya, pilihlah jenis betta berdasarkan kriteria yang telah dijelaskan sebelumnya.

Anda bisa bereksperimen untuk mengawinsilangkan ikan ini. 

Jenis yang baru sama sekali pasti harganya sangat mahal dan menjadi buruan para kolektor.

Betta bisa dipijahkan di berbagai wadah, baik akuarium, ember plastik hitam, jembangan (paso tanah liat) atau kolam semen.

Karena budidaya ini adalah untuk mencari kualitas maka akuarium berukuran 20 x 20 x 20 cm sudah cukup untuk memijahkan sepasang indukan.

Kualitas Air

Ikan ini tidak perlu air yang diberi filter, cukup air yang menggenang di sebuah akuarium berukuran kecil. 

Air yang digunakan adalah air yang sudah diendapkan terlebih dahulu, setidaknya 24 jam sebelumnya. 

Ikan ini tahan terhadap beragam kualitas air, asalkan tidak terjadi perubahan suhu dan pH secara drastis. tetapi suhu yang optimal adalah sekitar 25 derajat celcius dengan pH netral.

Pakan

Pakan yang baik adalah kutu air, jentik nyamuk, dan cacing sutera. 

Pakan harus direndam terlebih dahulu dengan metil biru sebelum diberikan pada ikan betta.

Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari dan jangan terlalu banyak karena bisa berakibat ikan lambat bergerak karena kebanyakan pakan diperutnya. 

Pada beberapa kasus dapat mengakibatkan sakit pada saluran pencernaan ikan.

Proses Memijah

Untuk memijahkan betta, terlebih dahulu masukkan pejantan di akuarium mini setelah 1-2 jam baru ikan betina dimasukkan. 

Bila sudah dekat dengan proses memijah, biasanya pejantan akan membuat sarang dari gelembung-gelembung busa yang ia ciptakan dengan mulutnya.

Ikan jantan akan mengajak betina mendekat di sekitar busa yang mengapung di permukaan air dan berusaha merayu dengan menempelkan alat genitalnya.

Selanjutnya ikan betina akan mengeluarkan telur dan secara simultan ikan jantan akan membuahinya dengan mengeluarkan sperma di air. 

Telur akan ditempelkan ikan jantan di sarang busa yang dibuatnya. 

Proses menempelkan telur ke dalam sarang busa bisa berlangsung 1-3 jam sampai semua telur menempel di sana.

Telur akan menetas dan anak-anak betta akan mulai berenang bebas 2-3 hari berikutnya.

Pembesaran Benih

Setelah menetas, benih dapat dibesarkan di akuarium yang sama karena kedua induknya akan dipindah begitu anak-anaknya sudah mulai berenang bebas. 

Saat anak-anak ikan mulai dapat berenang, mereka harus diberikan makanan. 

Pakan bisa berupa kuning telur yang direbus atau cacahan cacning tubifex.

Setelah 2 minggu, air harus selalu disipon dengan selang kecil. 

Air yang digunakan untuk mengganti harus diendapkan terlebih dahulu dan suhunya harus sama dengan air di bak pembesaran. 

Setelah 2-3 minggu, ikan sudah dapat diberi pakan berupa cacing sutera dan dipindah ke akuarium yang lebih besar atau bak paso (jembangan tanah liat). 

Di dalam akuarium atau paso dapat diberi tanaman air kabomba atau hydrilla.

Pada usia 2-3 bulan, ikan harus disortir berdasarkan jenis kelamin karena sesama ikan jantan akan mulai saling bertarung.

Fase Kritis

Fase kritis pembudidayaan ikan ini adalah saat membesarkan anakan sampai berumur 1 bulan. 

Selain itu, ikan betta juga rentan terhadap penyakit. 

Kemungkinan terbesar penyebab penyakit pada ikan betta adalah buruknya kualitas pakan hidup, terutama yang diambil dari alam dan sudah terkontaminasi bibit penyakit.

Sirip-sirip yang besar dan mengembang membutuhkan otot-otot sirip untuk menggerakannya. 

Jika otot-otot sirip ikan terserang penyakit akibatnya sirip tidak dapat mengembang sempurna.

Selain itu, ikan betta adalah ikan hasil kawin silang yang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas gen sehingga rentan terhadap penyakit. 

Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat fakta bahwa kualitas kesehatan ikan betta hasil kawin silang kalah dibandingkan ikan betta yang masih murni (wild type).

Peluang Pasar

Ikan ini mempunyai rentan harga yang tinggi. 

Harga memang tergantung kualitas dan trend. 

Ikan menjadi trend biasanya adalah ikan jenis baru yang dihasilkan dari kawin silang.

Baca Juga Disini : Cara Budidaya Ikan Sepat Untuk Pemula

Macam Jenis Ikan Betta/Cupang dan Cara Budidaya Lengkap 

Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara Bagi Pemula Lengkap

Posting Komentar

0 Komentar